Selepas menggeret kardus berisi raga Kade di halaman belakang rumah, Theresa mengunjungi swalayan Tuan Harmon. Dia tidak bisa memutuskan untuk lokasi menguburkannya sebelum mendapat persetujuan Firio. Dengan wajah muram, dia mengambil keranjang belanja. Persediaan bumbu dapur dan makanan ringan telah menipis. “Selamat pagi, Theresa.” Phil, penjaga tempat itu, menyambut. Anak dari Tuan Harmon ini langsung sumringah melihat Theresa karena ingin sekali berjumpa. “Kebetulan sekali kau akhirnya datang, ada yang ingin kutunjukkan.” Wajah cerahnya menyusut begitu melihat ekspresi sedih wanita itu. “Ada apa? Ada masalah?” “Tak apa.” Theresa menyunggingkan senyuman paksa. Dia segera ke meja kasir, lalu bertanya, “apa yang ingin kau tunjukkan?” “Aku tahu kau tinggal dengan seseorang, seorang pri

