Stupa 2

1279 Words

Satu minggu kemudian, tepatnya ketiak pelajaran sejarah telah dimulai. Wijaya teringat dengan perkataan dosennya, pertemuan yang lalu. Di mana dosen itu akan memberikan sebuah hadiah untuknya. “Minggu lalu, Bapak ingin memberikan apa, Pak?” tanya Wijaya dengan nada bercandanya. “Memberikan kamu seseorang yang spesial, tapi bukan anak saya. Itu ... Saya rela kalau Aura menjadi pasangan kamu.” Seketika kelas menjadi semakin riuh. Suasana pembelajaran hari ini terlihat begitu santai. Sehingga, mahasiswa tidak terlalu pusing dengan materi sejarah yang begitu banyak. Apalagi, materi tentang peninggalan-peninggalan kerajaan begitu banyak dan beraneka ragam. Wijaya tersenyum, tersipu malu. Kemudian, dia kembali duduk di bangku dengan gaya pura-pura melanjutkan membaca buku materi sejarah.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD