Kesalahpahaman Yang Terkuak

1318 Words

“Sayang, kita ke rumah Bunda sebentar, ya?” ajak Dafa pada Nadira. Nadira terdiam sejenak, lalu melihat jam yang melingkar di pergelangan tangannya. “Bentar aja tapi,” jawabnya sedikit keberatan karena hari sudah mulai gelap. Pun, entah mengapa ia merasa ragu mengingat kemarinnya ia bertemu keluarga Bramantyo di sana. “Kenapa?” Dafa mengerutkan keningnya, bingung. Tanpa diberitahu, Dafa sudah dapat menebak hati Nadira yang terpancar dari raut wajahnya bahwa wanita itu seperti meragukan sesuatu. “Udah mau malem. Rumah Bunda 'kan lumayan jauh,” keluh Nadira yang sebenarnya tak enak. Namun, apa boleh buat ia tak terbiasa pulang malam. “Nanti 'kan aku anterin kamu pulang,” balas Dafa pelan, membujuk. “Iya, tapi 'kan tetep aja kemaleman.” Nadira tetap mengeluh, tapi nadanya tetap terd

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD