Sayang, Sayang, Sayang

2230 Words

Saat sampai di restoran. Baik Dafa ataupun Aditya dibuat kesal karena mereka pikir, ada yang membuat sang ibu kesulitan sehingga mereka datang. Ternyata, Mega hanya ingin makan bersama. Padahal mereka akan menemui seorang klien penting. Tentu, Dafa dan Aditya langsung kesal. Namun apa boleh buat, mereka tak dapat memarahi ibunya melainkan menghela napas dalam-dalam guna meredam emosinya. “Ditya, kenapa sih? Dari tadi gak jelas banget mood kamu.” Mega mengomeli Aditya dengan lirikan matanya yang kesal. “Tadinya kita ada janji bertemu klien, Bun. Dapet telepon Bunda, langsung ke sini. Kirain Bunda nyasar atau ada apa gitu,” balas Aditya ikut mengoceh. “Dit?” panggil Dafa dan Aditya menoleh ke arahnya. Dafa melanjutkan, “sabar.” “Ayolah. Kenapa kalian ini? Kayak Bunda ini bikin kesalah

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD