"Sesuatu yang mahal itu memaafkan, tanpa menaruh dendam." ** Melihat Reina bermain handphone di kantin, Arvam berniat untuk mendekatinya lalu duduk di kursi sebrang tempat Sisca tadi. Merasa ada orang, Reina melirik bangku seberangnya lalu memfokuskan matanya ke handphone lagi. "Apa Abang Elyas belum datang?" Tanya Reina kepada dosen matematikanya itu. "Aku tidak tahu, tapi dia juga belum memberi tahuku untuk datang." Reina mengangguk faham akan penjelasan Arvam. "Kau di sini sendirian?" Tanya Arvam. "Tidak, aku tadi bersama dengan hantu China. Dia sedang memesan makanan untuk kita." "Hantu China?" Tanya Arvam memastikan bahwa telinganya tidak salah dengar. "Ish, itu loh Sisca, temannya Silvia." "Hah? Sejak kapan dia akur denganmu? Bukankah beberapa hari lalu dia sudah membuat di

