"Apa yang bisa di pertahankan dari pernikahan yang sudah tidak bisa dilanjutkan?" ** Hujan datang membasahi bumi, matanya masih terjaga melihat rintik hujan dari jendela ruangan. Hening, hanya ada angin dan air hujan yang menemaninya. Bahkan hawa dingin tidak mampu membuatnya pergi dari tempat duduknya. Air matanya mulai meleleh tetes demi tetes. "Jadi, kau adalah istri keduanya Pak Elyas? Bukan wanita itu?" Tanya Sisca kepada sang lawan bicara. "Ya." Jawab Silvia dengan menghapus air matanya, nada suaranya sudah sangat serak. Matanya mulai membengkak, dan hidungnya sudah memerah karena tangisannya. "Aku sudah sangat berdosa karena sudah memperlakukannya dengan sangat buruk di kantin sekolah." Kata Sisca. Silvia memandang temannya itu sekejab, sebelum beralih melihat hujan di balik j

