EPILOG

1486 Words

Baik Miranda maupun Garril sudah sama-sama saling dewasa. Rasanya tidak etis di umur yang sudah lebih dari seperempat abad masih mau menjalin hubungan ala-ala anak remaja. Tapi keduanya pun sama-sama tidak mengerti harus bagaimana, Miranda dan Garril tidak tahu harus memilih melaju di atas jalan sama atau jalan berbeda-beda sebelum mereka sama-sama tahu perasaan masing-masing. Terlalu gengsi menjadi momok utama permasalahan keduanya. Jadi, tidak heran jika tidak ada perkembangan yang signifikan di antara mereka. Belum ada ikatan yang cukup berarti. Entah karena Miranda yang lebih memilih bungkam sebagai wanita atau Garril sendiri yang terlalu pengecut untuk memulai sebuah hubungan sakral sebagaimana lelaki sejati lainnya bertindak. "Jadi kamu maunya hubungan kita ini kayak apa? Kamu cinta

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD