Dengan seragam hijau dan langkah tergesanya, Garril diikuti oleh koas yang kali ini bertugas sebagai asisten operasinya, berjalan melewati koridor stase bedah yang cukup lengang itu untuk menuju ke OK. Ada anak kecil dengan masalah jantung bocor ASD yang harus Garril tangani sesegera mungkin, tapi ia malah terlambat tadi. Alasannya, terjebak macet. Jalanan ibukota memang selalu seperti itu kan? Dan Garril tidak bisa menyalahkannya begitu saja. Yang salah di sini adalah dia sendiri, sudah tahu besok ada jadwal operasi, dia malah sibuk begadang memikirkan Miranda yang sebenarnya hanya membuang-buang waktu berharganya dan berakhir dengan pria itu yang bangun agak kesiangan. Ah iya, Miranda. Kenapa Garril tidak menyalahkan perempuan itu saja? Bukankah, dia yang sebenarnya menjadi sumber uta

