BAB TUJUH BELAS

959 Words

Seharusnya, sekarang Garril bisa merasa tenang, sebab Miranda tidak menganggunya lagi dan dia juga tidak harus menikahi gadis itu, seperti keinginan ibunya. Tapi, entah mengapa, lelaki yang tahun ini menginjak usia tigapuluh tiga tahun itu, untuk pertama kalinya merasa tidak tahu harus melakukan apa pada hidupnya. Garril merasa ada rongga lebar yang membentuk ruang hampa di sudut hatinya. Ia merasa kosong. Ia tahu, ada yang salah pada dirinya. Ada hal yang selalu membuatnya tidak pernah bisa merasa puas ataupun lega. Bahkan, untuk operasi besar dengan penyakit kompleks yang sukses ia kerjakan pun, rasanya tidak berpengaruh apa-apa. Biasanya, lelaki itu akan bersorak girang saking bahagianya, lalu mentraktir seluruh pegawai rumah sakit yang membantunya. Tapi sekarang, ia merasa itu bukan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD