BAB DUA BELAS

1021 Words

Suara tangis bayi itu membuat Garril berdecak tidak suka. Pria itu melemparkan handuk yang ia gunakan untuk mengeringkan kepalanya ke sembarang arah. Kakinya melangkah keluar kamar, menuju kamar yang satunya lagi yang letaknya berada tepat di sebelahnya. Bayi mungil yang berada di atas ranjang itu menangis dengan kencang, kedua tangannya menggapai-gapai udara, sementara kaki-kakinya menendang-nendang dengan asal. Garril mendekat, wajah bayi itu memerah dan sudah dipenuhi air mata. Mendengkus, pria itu lantas segera menggendongnya. Ia menepuk-nepuk b****g bayi mungil itu sambil mendesis pelan. "Kamu jangan nangis, soalnya berisik. Nggak enak didengerin di telinga." Garril sama sekali tidak memiliki pengalaman mengurus anak kecil, jadi dia tidak tahu bagaimana cara menenangkan seorang bay

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD