Garril membaringkan tubuh Miranda ke atas ranjangnya. Tidak ada pilihan lain, di apartemen pria itu hanya ada tiga kamar. Kamar yang satu adalah kamar yang sedang ditempati adik serta keponakannya, yang satu lagi adalah kamar yang ia alih fungsikan menjadi gudang, sementara yang terakhir adalah kamar yang ia tempati sendiri. Ia tidak mungkin membawa Miranda ke kamar Karin, ada anak kecil di sana, pasti akan sangat menganggu. Garril juga tidak ingin direpotkan dua kali dengan adiknya itu yang tidak akan tinggal diam. Karin pasti akan menanya-nanyainya dengan hal-hal yang menurut wanita itu terasa mengganjal dan aneh, lalu mengadu kepada sang ibu. Garril tidak mau ibunya kembali salah paham padanya, terlebih dengan sosok yang sama yang ditemui beliau beberapa hari lalu. Garril masih sangat

