Mata Miranda terpejam rapat. Tak henti-hentinya ia merapal dalam hati. Sungguh, jika lelaki-lelaki menyeramkan itu berhasil melakukan hal tak senonoh padanya, maka tamat sudah dia. "Aaa!" Miranda terpekik kencang. Perempuan itu bisa merasakan tarikan kuat di lengannya hingga menciptakan rasa panas dan perih yang mungkin akan meninggalkan memar keesokan harinya. Sejurus kemudian, ia merasakan pelukan hangat yang menelingkupi tubuhnya. Ini terasa sangat nyaman, tapi mana mungkin lelaki-lelaki menyeramkan itu bisa membuatnya merasa seperti ini. Sangat konyol, terlebih aroma musk yang tercium indranya. Padahal tadi, bau yang menguar dari tubuh mereka sudah jelas adalah aroma alkohol yang benar-benar menjijikkan. Miranda sangat membenci hal itu. Alkohol bukan hal yang baik. Minuman yang kata

