Gadis itu mulai membuka matanya. Pandangannya masih sedikit kabur. Ia mengerjap perlahan dan menyesuaikan mata dengan cahaya sekitar. Tiba-tiba saja, kepalanya terasa sangat sakit seolah dihantam oleh sesuatu yang keras. "Argh!" "Laras, Kamu sudah bangun, Nak." Fira bernapas lega melihat anak gadisnya sudah sadarkan diri. "Arghhhh, kepalaku rasanya sakit sekali." Laras memegang kepalanya dengan kedua tangan. Rasanya kepala Laras seperti ditusuk-tusuk dengan benda tajam. Memori demi memori mulai bermunculan di kepala gadis itu di sela kesakitannya. Kenangan pahit, kenangan manis semua terputar dengan jelas di kepala Laras. Seolah baru kemarin terjadi. Membuat gadis itu sangat kesakitan. Bahkan air mata Laras pun ikut bercucuran saat ia mulai bisa mengingat semuanya. "Sayang, Kamu k

