Sikap Dingin

1012 Words

Hari masih pagi, waktu baru menunjukkan pukul 6.30 pagi. Keadaan tempat yang sarat dengan bau obat itu masih sangat sepi. Hanya ada beberapa perawat yang berlalu lalang menjalankan tugasnya. Sepertinya pengunjung lain bahkan belum terlihat sama sekali. Pria itu berjalan dengan langkah yang lebar dan cepat. Sebuah buket besar bunga mawar berwarna merah jambu ia sangga menggunakan tangan kirinya, pria itu letakkan di dadanya yang bidang. Bunga yang melambangkan rasa cinta dan rindunya pada Laras. Pria itu begitu tampan dengan kemejanya yang berwarna biru langit. Dengan tatanan rambut yang rapi, juga sepatu pantovel hitamnya, membuat Satya semakin mempesona. Bahkan tak jarang terdengar suara bisik-bisik para petugas kesehatan, juga tatapan kagum mereka yang terlihat jelas saat berpapasan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD