BAB 21

1103 Words

Hari pernikahan tiba, suara gedoran membuat Amel memekik kesal. Ia membuka matanya dan melangkah dengan menghentakan kaki menuju pintu. Baru saja hendak mengomel, tangan gadis itu telah ditarik masuk lagi ke kamarnya. "Ahhh ...," pekik Amel terkejut. "Kamu ini gimana sih! Dari tadi Ibu gedor pintu juga gak dibuka-buka," omel Sekar. "Ibu rese ih, kalo Amel jantungan gimana!" Gadis itu bukannya meminta maaf, ia malah ikut membalas dengan omelan. Sekar mendengkus kesal lalu mengusap dadanya beristigfar. "Kamu ini, inget gak! Sekarang hari apa?" lontar Sekar. "Emang ini hari apa, Bu. Udeh deh, Amel mau tidur lagi, ngantuk tau," ucap Amel. Sekar langsung menarik lengan anaknya, karena Amel hendak berbaring lagi di kasur. "Kamu ini mau nikah hari ini tau, udah ayo ikut! Kamu harus

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD