sinar matahari menyinari jendela kamar calista tapi tidak dengan penghuninya,calista merasa sangat enggan untuk membangunkan badannya dan pergi ke perpustakaan denga syintia hari ini,harus nya hari ini dia bisa bersantai memanjakan badannya tetapi gara gara sahabatnya itu ada tugas yang belum di kerjakan dari awal,sebenarnya calista udah mengingatkan syintia buat segera meminjam buku buat tugasnya tapi karena temannya itu suka menunda nunda sesuatu akhirnya syintia tidak meminjam buku itu sampai hari buka perpustakaan berakhir dan tugasnya harus di kumpul senin ini.
drtt.....drtt.......drtt
terlihat nama syintia yang memanggil calista,dengan berat calista menerima panggilan
"hm"
"calista kamu dimana aku sudah di perpustakaan"
"kamu kepagian syintia baru jam 08.00"
'jam 08.00 dari mana ini sudah jam 10.00 calista,ya tuhan ini anak belum bangun cepat kesini dalam waktu 15 menit harus sudah sampai !'
calista membelalakkan mata nya dan langsung melihat jam dan benar saja jam sudah jam 10.00 padahal dia janjian dengan calista jam 10.00
"oke oke,5 menit otw"
calista pun langsung bergegas masuk ke kamar mandi,daripada dia mendengar omelan sahabatnya itu
**********************
"calista kemana aja sih" kesal syintia bagaimana tidak teman nya itu datang dengan senyum indah terhias di wajahnya dengan tampang tidak berdosa
"maaf,biasa macet tadi jalan" ucap calista tanpa merasa bersalah
"yaudah ayo kita masuk nanti keburu tutup"
calista dan syintia pun masuk ke dalam perpustakaan,mata mereka bagaikan elang mencari cari buku yang diinginkan syintia
"calista kamu tunggu disini ya,kamu cari buku yang kamu suka.aku mau mencari buku nya dulu"
mata calista pun terbelalak teman nya itu malah meminta dia untuk duduk diam,terus buat apa calista di telpon pagi pagi hanya buat menemani sahabatnya itu?
"kamu nyuruh aku buat kesini,syintia"
"hehehe cuma buat nemenin agar nggak terlihat jomblo " ucap syintia sambil cengengesan calista pun hanya bisa menggelengkan kepala temannya itu memang terkadang ajaib
setelah syintia pergi calista pun pergi mencari buku yang di sukainya dan duduk di tempat yang kosong,sebenarnya calista suka aja ketempat seperti ini.dia bisa duduk dengan tenang sambil membaca buku yang dia suka
"wah,ganteng banget laki laki itu"
"udah punya pacar belum ya"
"ganteng sih tapi mukanya dingin"
"hati hati kalau ganteng gitu biasnya gay"
calista pun tidak bisa menahan tawanya disaat segerombolan bocil sedang bergosip ria di belakangnya
Karena rasa penasaran yang semakin menjadi akhirnya calista pun mengangkat wajhnya dan boom ternyata laki laki yang di gosipkan para bocil itu adalah rey! Ya tuhan tidak di sekolah tidak di luar mereka selalu saja bertemu.merasa diperhatikan seseorang akhirnya rey pun mengangkat wajahnya dan terlihat lah muka calista,dengan cepat calista menunduk di dalam hati dia berdoa agar rey tidak mengenalinya.
“hm calista” ucap rey setelah dia melihat calista dia pun segera berjalan ke samping calista
“maaf anda siapa ya” mata rey pun terbelalak bagaimana bias calista tidak mengenali dirinya,seumur hidup dia belum pernah mendengar orang mengatakan itu kepada nya
“rey!” Karena merasa kesal akhirnya rey pun duduk dengan paksa disamping calista
“maaf anda siapa ya” ucap rey cuek calista pun hanya terdiam dia tidak mampu untuk membalas perkataan rey rasanya seluruh darahnya berada di kepala dan siap untuk meletus kapan saja
“yah udah punya pacar ternyata”
“pacanya cantik sih tapi mukanya judes”
“yah setidaknya laki laki itu normal nggak gay tapi pacarnya kurus banget”
What the dia dibilang kurus oleh bocil bocil? Apa mereka tidak melihat badan calista yang sangat sempurna dengan tinggi yang jenjang juga tidak kurus dan tidak gemuk,lalu bocil bocil di belakangnya ini bilang dia kurus?
Karena merasa tak tahan lagi calista pun ingin pergi
“rey minggir aku mau keluar” ucap calista kesal melihat muka bete calista rey pun mengangkat alisnya
”kemana?” Tanya rey
“mau keluar cari angina segar”
Gruk……..gruk……gruk…
Muka calista pun berubah mnjadi merah padam mengapa perutnya berbunyi disaat yang tidak tepat seperti ini.rey yang mendengar itu tidak bias menyembunyikan tawanya
“oh jadi keluar mau cari makan” ucap rey mengejek
“diam “ ucap calista malu
“ya udah ayo kita bareng cari makan,kebetulan aku belum makan juga” ucap rey dan berdiri
“eh?” ucap calista bingung
“udah ayo” ajak rey
“tapi teman aku nanti cariin,aku telpon dia duliu ya” ucap calista dan mulai menelpon syintia
“syintia kamu masih lama?”
“iya baru nemu bukunya”
”aku tinggal cari makan dulu nggak papa?”
“iya,tapi bungkuskan aku satu hehe”
“oke nanti dibungkusin,aku pergi dulu ya nanti balik lagi”
“oke deh”
Calista pun menutup telponnya dan berjalan menghampiri rey
”gimana udah?” Tanya rey dan dibalas anggukan oleh calista,dan akhirnya mereka pun pergi keluar mencari makan
Baik calista maupun rey mereka duduk dengan tenang sambil menikmati makanan mereka,tidak ada satupun yang mulai berbicara
“hay rey ya?” Tanya seorang perempuan cantik,calista pun mengangkat wajahnya dan menatap wanita itu dari atas ke bawah cantik,itulah yang dipikirkan calista
“hm” jawab rey
“aku silvi kamu ingat,kaka pembimbing waktu ospek” ucap wanita itu
Rey menatapnya sekilas dan memalingkan wajahnya lagi
“tidak ingat maaf” ucap rey cuek sambil menyesap jusnya
“oh gitu,hehe kirain kamu ingat” ucap wanita itu walaupun dia bicara sambil tersenyum tetapi tidak dapat di tutupi di dalam nada bicaranya kalau dia gugup
“mau apa kesini ka?” Tanya rey
“hm gini mungkin kamu nggak lupa sama ku tapi aku dari awal kamu masuk aku selalu perhatiin kamu,,kamu masih jomblo rey?”
“nggak” jawab rey
“masa? Kata yang lain kamu masi sendiri” ucap wanita itu
“nggak.aku nggak sendiri itu disamping aku orangnya”
“hah maksud kamu kalian berdua pacaran?” Tanya wanita itu dan membuat calista terkejut setengah mati.apa rey sudah gila? Oh dia pasti akan menjadi sasaran gossip lagi
“hm” ucap rey cuek dia bahkan tidak repot repot menatap kaka kelas
“oh gitu baiklah semiga kalian berdua langgeng ya” ucap wanita itu dia tersenyum manis tetapi Nampak jelas kekecewaan di wajahnya
Setelah kepergian wanita itu,calista tidak berhenti menatap rey
“rey”
“hm”
“kamu gila ya?” ucap calista kesal
“nggak”
“terus kenapa kamu bilang begitu hah”
“ya nggak papa”
“astaga rey kamu ini punya hati atau nggak sih” ucap calista mulai tidak sabar
“bukannya aku nggak punya hati,tetapi lebih baik aku untuk melakukan hal itu dibandingkan nanti malah nyakitin hati dia”
“tapi kamu bias mencoba untuk menerima dan mencintainya rey” ucap calista menasehati
“cinta? Aku nggak percaya akan cinta,perasaan semacam itu hanya akan membuat kita kesusahan .cinta itu dapat hilang dan pergi dengan mudahnya mungkin sebagian orang menganggap cinta itu indah tetapi bagiku itu hanya sebuah beban,cinta itu bagaikan pelangi dia indah dan di puja semuaorang diawal tetapi saat pelangi itu hilang dia dilupakan semua orang,begitu pula cinta awalnya mungkin indah tetapi akhirnya itu hanya akan menyakiti hati”
“jadi kamu nggak percaya cinta rey?” Tanya calista pelan
“nggak”
“tapi bukannya semua orang memiliki rasa cinta?”
“ya aku pun ada,tetapi itu tergantung orang itu sendiri dia ingin merasakan cinta itu hadir atau tidak dan aku memilih tidak”ucap rey
“tapi rey-“
“ayo kita pulang kasihan nanti teman kamu ditinggalin kelamaan” ucap rey memototng perkataan calista
“oh oke tapi aku bungkusin teman aku dulu ya dia pesan tadi”
“iya aku bayar dulu kamu nyusul ke mobil aja” ucap rey dan di balas anggukan oleh calista
Calista pun memasuki mobil rey dan mereka pun melanjutkan perjalanan pulang,sepanjang perjalanan rey atau calista tidak ada yang berbicara.calista terus berpikir alasan kenapa rey tidak percaya akan cinta Bukankah itu terlihat tidak masuk akal,dia tidak mengira rey tidak akan percaya akan cinta.
**************
“makasih calista baik deh” ucap syintia,setelah calista dan rey kembali ke perpustakaan rey langsung pergi meninggalkan calista sendiri
“hm aku udah kan ayo kita pulang” ucap calista
“eits tunggu kamu tadi cari makan sama siapa?” Tanya syintia
“sendiri aja kok,lagipula dekat aja makannya”ucapcalista berbohong,bukan maksud dia tidak ingin berkata jujur tetapi syinntia pasti akan meledeknya habis habisan
“yaudah,tapi kita ke mall dulu yuk”
“buat apa?”
“jalan jalan lagipula ada yang mau aku kenalin ke kamu” ucap syintia
“tapi kamu yang traktir ya?” Tanya calista dan di angguki oleh syintia