sinar terik menyinari mata indah calista sebenarnya dirinya sangat malas untuk bangun tetapi demi tidak mendengar teriakan toa ibunya akhirnya dia pun rela untuk bangun dari singgasananya.
bejalan dengan lesu menuju meja makan yang sudah terlihat ayah dan ibunya,tiba tiba dia merasa gugup,dia pasti tau ayahnya akan menyakan perihal malam tadi.
"calista malam tadi kamu kemana?'
duar
betulkan,ayahnya pasti akan menanyakan hal ini,apa yang harus dia jawab tidak mungkin calista menjawab kalau malam tadi dia habis dari rumah rey bisa bisa ayahnya ngamuk dan menemui rey sekarang juga.
"ehm...anu pah malam tadi calista dari rumah syintia habis kerja kelompok"
semoga saja ibunya belum bilang tentang perihal malam tadi kepada ayahnya,terkadang ibu nya tidak dapat berkeja sama jam ini menjadi sekutu calista tapi 1 jam kemudian bisa menjadi musuh terbesar calista,kalau kata kasarnya ibu nya akan memihak pihak yang leih menguntungkan.
"tapi kenapa semalam itu,apa nggak bisa ditunda sampai besok? ucap ayahnya
"enggak pah,soalnya hari ini tugasnya dikumpul"
ayahnya menarik napas panjang,,"yaudah tapi lain kali kalau mengerjakan tugas jangan sistem sks"
calista pun tersenyum cerah ayahnya percaya akan kata kata nya
"oke pah calista nggak akan ngulangin lagi,makasih pah calista pergi sekolah dulu"
setelah mencium tangan ibu dan ayahnya calista pun pergi ke sekolah.
*********************************************
sial
itulah kata kata laknat yang keluar di mulut calista pagi ini,belum apa apa dia sudah di buat marah oleh ban bocor motornya,sudah hampir terlambat dan hari ini malah guru killer yang masuk kelasnya,mati lah sudah riwatnya.
"gimana nih,tukang tambal ban jauh lagi,kalau nelpon ayah pasti terlambat" ucap calista sedari tadi dia terus berpikir bagaimana caranya.
diantara kemerawutan pikirannya dia melihat mobil yang melintas yang dikenalinya.
"itu mobil rey kan? bodo ah kalau habis ini jadi musuh kaka kelas yang jelas hari ini nggak dapat hukuman"
rey sejak hari pertama sekolah dia sudah menjadi primadona kaka kelas,banyak kaka kelas yang menyatakan ketetarikan dengan jelas dan ya banyak juga yang di tolak rey dengan level yang berbeda beda dari yang halus sampai kasar tergantung pada rupa dan cara pendekatannya mungkin.
dengan sigap calista memasang tanda untuk berhenti kepada rey,tapi dengan cuek nya rey tetap melaju kencang tanpa memperhatikan calista.emosi calista meledak seketika kalau manusia titisan setan maka selamanya akan menjadi setan nggak bisa berubah jadi malaikat.dengan terpaksa calista mendorong motornya ke tukang ban terdekat.
akhirnya calista pun sampai di tukang ban dan melihat jam tangan di tangannya sisa 15 menit lagi nggak mungkin dia akan datang tepat waktu.
tret.........tret.......tret.......
dengan cepat calista mengalihkan pandangannya ke mobil yang sedari tadi mengklakson,saat kaca mobil turun terlihat lah wajah rey,calista pun terkejut bukan kah rey sudah lewat? apa dia tadi salah panggil mobi? tidak plat mobilnya pun sama.
"mau ikut nggak?" tanya rey
calista hanya bisa melongo mendengar perkataan rey
"mau ikut nggak? " tanya rey sekali lagi dan calista hanya bisa menggangguk dan masuk kedalam mobil rey.
"kamu bukannya sudah lewat tadi?" tanya calista
"hm"
"lalu kenapa jadi balik lagi?"
"pengen balik aja"
"kamu lihat aku di pinggir jalan tadi?"
"hm"
"lalu kenapa kamu nggak berhenti" emosi calista pun mulai memuncak
"malas"
oke seandainya dia nggak di mobil rey sudah pasti muka tampan rey itu akan berantakan.
*****************************************
calista dengan cepat pergi setelah mobil rey sempurna terparkir dihalaman sekolah dia sama sekali tidak peduli dengan rey bahkan untuk mengucapkan terima kasih saja dia tidak ingin yang dia pedulikan sekarang adalah bagaimana kaka kelas yang sedang berolahraga sedang memandangnya dengan pandangan yang sulit dikatakan.oh jangan katakan dia akan menjadi bahan gosip selanjutnya
SIAL ucap calista dalam hati saat dia melihat guru killer itu sudah duduk manis disinggasananya dan memberi penjelasan
tekk
"rey!" teriak calista untung saja rey dengan sigap membekap mulut calista,kalau tidak mungkin mereka berdua akan ketahuan
"kamu bisa nggak pelan sedikit,sakit tau nih merah kan jadinya"ucap calista marah sambil memperhatikan jidatnya yang menjadi merah
rey kaget dia menjetik calista cuma pelan karena gemas lihat calista yang mulai tadi bersembunyi tidak berani masuk,tapi tidak berpikir kalau jentikan dia akan semerah itu
"sini kita ke uks " tarik rey dan membawa calista ke uks dan lagi lagi calista harus menyembunyikan wajahnya dari kaka kelas yang memandangnya saat tangannya di tarik rey
sesaimpainya di uks rey langsung mengambil obat merah dan kapas untuk mengobati luka calista
"nggak usah rey,lagian ini cuma merah biasa bukan luka parah" ucap calista saat rey ingin meletakkan obat merah di dahinya
"diam " ucap rey dan mengusapkan obat merah di dahi calista,jantung calista berdegup kencang dia berdoa semoga tidak ada yang masuk dan melihat mereka seperti ini akan salah paham,bagaimana tidak rey begitu dekat dengan dirinya
"nah selesai,ayo kita masuk nanti saat guru nanya kenapa jadi terlambat bilang aja kalau tadi kamu jatuh dan aku nolong"
mata calista pun membulat terkejut,sial seharusnya dia tahu kalau manusia seperti rey tidak mungkin berbuat baik tanpa ada udang dibalik batu
"WHAT!!, KAMU GILA REY?" ucap calista marah
"nggak justru ini cara paling aman buat kita masuk dan nggak kena hukum,kamu mau kena hukum bersihin halaman sekolah dan dilihat semua siswa?"
calista pun meneguk saliva nya oh itu adalah tindakan yang paling tidak ingin calista lakukan
"oke,tapi sampai itu aja kan?"
"hm"
mereka pun kembali ke kelas dengan akting yang sangat sempurna,dengan calista yang berjalan tertatih tatih dan rey yang memegang tangan calista seolah membopong badan calista
"permisi pak,maaf terlambat izin masuk kelas pak" ucap rey dengan sopan
"kalian berdua kenapa terlambat?"
"tadi calista saat mau pergi sekolah jatuh dan kebetulan rey lewat" ucap calista berusaha lancar padahal sebenarnya dia sangat gugup
'iya pak,jadi rey bantu dan membawa ke rumah sakit tadi sebentar"
"hmm kalian nggak bohong kan?"
"tidak pak" jawab mereka serempak
"baiklah,kalau gitu silahkan duduk di bangku kalian masing masing"
'terima kasih pak"
rey dan calista pun berjalan menuju dengan bangku mereka yang hanya bersebelahan
calista merasa senang setidaknya dia tidak mendapat hukuman hari ini,dan cara ray cukup efektif hari ini walaupun harus berbohong dengan guru.
************
bel istirahat berbunyi,calista dan syintia pun pergi ke kantin untuk mengisi perut mereka tetapi bukannya dia dapat dengan tenang duduk makan semua orang memandangnya dengan pandangan yang tidak dapat di tebak tolong jangan katakan kalau dia menjadi terkenal dalam sehari gara gara rey
"oh itu yang bareng sama rey,cantik sih tapi mukanya judes"
"mukanya judes banget,senyum dikit kek"
"anak baru? sok cantik banget"
itu lah sederatan kata kata yang didengar calista sepanjang jalan,apa orang orang itu tidak berpikir dengan suara mereka yang akan kedengan? calista tidak merasa sakit hati atas semua ucapan itu tetapi dia benci kalau menjadi pusat perhatian lagipula dia sudah terbiasa di bilang judes sama orang orang
"calista,ceritain gimana kamu bisa datang bareng rey heh? aku tau kalau itu luka cuma bohongan" tanya syintia sambil menunjuk luka di dahi calista
"yee ini beneran tau,ini luka gara gara rey"
syintia pun mengerutkan keningnya dia semakin tidak mengerti dengan temannya ini
"gimana ceritanya jadi bisa gara gara rey?"
"1 cerita 1 makanan ya,mau nggak?" syintia pun cemberut temannya ini selalu meminta sesuatu darinya,bukan syintia tidak mampu sebenarnya calista dan syintia adalah anak orang kaya tetapi mereka berdua memang tidak menunjukkan it jadi tidak masalah untuk syintia membelikan makanan untuk calista
"hm demi rasa kepo,mau pesan apa?"
mata calista pun langsung berbinar sahabatnya ini paling tidak tahan untuk mendengar gosip seperti ini
"belikan batagor sama cimol aja" ucap calista dan syintia pun pergi memesan makanan itu
"jadi gimana ceritanya?" syintia datang dengan membawa 2 piring dan langsung cerocos minta janjinya kepada calista
"tadi ban motor aku bocor terus rey lewat yaudah numpang kesekolah"
'terus itu dahi kenapa?"
"tadi di sentil rey karena aku ngintipin guru yang ngajar tadi,jadi sekalian buat drama untuk bisa masuk kelas"
"kan,udah aku tebak pasti ada udang dibalik batu" ucap syintia membara
"lagian itu dahi dramatis banget lukanya kalau cuma luka entil aja" syintia menyedot jusnya
"ini sakit tau biru nih lukanya " ucap calista kesal sahabatnya
"lalu kalian bisa dekat gimana ceritanya?"
"kami nggak dekat yang ada kami selalu bertengkar,sumpah ya kamu kalau jadi teman 1 kelompok nya lebih baik ngerjain tugas sendiri,kalau sama rey yang ada darah tinggi"
"tapi gosip orang orang bilang kalau rey itu dingin dan lagi ya beberapa hari yang lalu ada kakel cantik yang nembak rey eh malah di tolak" ucap syintia mulai bergosip
"so,apa aku harus peduli gitu?" syintia pun mendorong bahu temannya itu,sungguh menyebalkan sekali makhluk seperti calista ini