Andrew tidak meneruskan pembicaraan ini lagi. Dia memutar DVD dari audio mobilnya. Lagu-lagu milik Bruno Mars mengisi sisa perjalanan dari pemakaman. Tiga puluh menit kemudian mobil Andrew memasuki sebuah pusat perbelanjaan. "Kamu mau ngecengin cewek-cewek ya ngajakin aku ke sini?" tanyaku heran. "Aku lapar, jadi cari yang deket aja," jawab Andrew santai. "Dasar tukang makan!" ledekku, mengikuti saja apa maunya laki-laki ini. "Daripada kamu tukang ngelamun," balas Andrew. Aku mendelik mendengar dia meledekku dengan istilah Tukang ngelamun. "Apaan tuh tukang ngelamun?" Lalu kami tertawa bersamaan dan keluar dari mobil masih sambil tertawa, saling meledek dan tak ketinggalan saling mendorong bahu. "Dasar bule rese!" "Kamu wanita susah move on!" "Bule Sunda!" Gantia

