Bab 17

1022 Words
Angel sudah tahu siapa wanita yang dipanggil ‘sayang’ oleh bossnya. Dia Stella seorang dj terkenal, puncak amarah Angel sudah sampai keubun-ubun, kepalanya terasa akan pecah karena panas amarahnya. Bisa-bisanya wanita rendahan dan penggoda seperti Stella menggoda bossnya. Tidak bisa dibiarkan, Angel merencanakan hal jahat pada Stella. Angel mengambil ponsel dari tasnya lalu menelpon seseorang. “Bunuh! Sekarang!” Perintah Angel lalu memutuskan panggilan. Angel tersenyum sinis penuh kemenangan. ‘Sekarang kau akan hilang, w*************a sepertimu tidak pantas bersama Leon. Leon hanya milikku. Miliku seorang. Hahaha’ ujar Angel tertawa jahat. Sementara itu, Stella sedang bekerja seperti biasanya. Hari ini ia membuat pengunjung club merasa bebas dari beban apapun. “Minum” tawar Day membuat Stella menganggukan kepalanya. “Aku kembalikan, bekerjalah sampai akhir bulan” ujar Day membuat Stella mengambil kembali surat pengunduran dirinya. “Okey” jawab Stella dan meneguk habis winenya. “Leon kapan pulang? Kebakaran hotelnya membuat Leon bekerja 2 kali lipat dari biasanya” tanya Day membuat Stella mengangkat alisnya sebelah. “Bukankah kau sahabatnya? Tanya saja sendiri” jawab Stella, Day terkekeh. Benar, Day adalah sabahat Leon. Day, Leon dan Mike mereka adalah 3 serangkai yang memiliki jalan yang berbeda. Walaupun begitu mereka tetap berada disatu kapal yang sama. “Leon bukan pria buruk tapi tidak bisa dikatakan pria baik. Setelah melihat dia memperlakukanmu, dia berubah.” “Berubah? Memangnya dia iron man?” “Ck, dasar t***l. Aku kira kau tidak sebodoh itu Stell” ejek Day membuat Stella kesal, tentu saja Stella tahu arah pembicaraan Day tapi Stella menolak untuk kembali kepembicaraan itu. “Dia masih sama, pria yang suka mempermainkan wanita” jawab Stella membuatnya kembali dapat ejekan dari Day. “Bedanya denganmu?” “Please, jelas kami sangat berbeda. Pria cenderung menggoda sedangkan aku digoda” “Benar, kau benar. Itu sudah tidak tabu lagi. Tapi Stell, menggoda karena nafsu dan menggoda karena mencintai itu konteks yang sangat berbeda” “Yes, im know” “Kau tidak bisa merubah Leon menjadi pria baik versimu, karena kalau itu terjadi berarti Leon tidak benar mencintaimu. Tapi, Leon berubah dengan sendirinya agar menjadi pria baik untukmu. Karena apa?” “Day? Kau sehatkan?” Tanya Stella membuat Day menganggukan kepalanya. “Karena Leon benar-benar mencintaimu Stell, aku tidak memaksamu menerima Leon. Tapi, belajarlah menerima karena jika sudah pergi kau tidak akan mendapatkannya kembali” ujar Day tampak sedih, Stella ingin mencaci maki Day karena menasehatinya. Tapi ia urungkan karena wajah sedih Day. Stella memang tidak peduli dengan lingkungan tapi tidak bisa dipungkiri Stella juga peka pada lingkungannya. Stella sangat yakin jika Day mengalami hal yang baru saja ia katakan, Day bukan asal menasehati seperti layaknya guru tapi Day tidak ingin hal yang terjadi padanya terjadi juga pada Stella. $$ Day, pria pemilik club malam dimana tempat Stella bekerja. Sahabat Leon dan Mike. Jika Mike si gila pesta, Leon gila pada wanita maka Day adalah pria yang kaku yang tidak bisa mengungkapkan isi hatinya dengan benar. Day terjebak antara teman kecil dan kekasih. Karena sifatnya ini, Dara kekasihnya meninggalkannya dan menikah dengan pria lain. “Kau benar kekasihku kan?” Tanya Dara ditengah acara keluarga besar Dara. “Kau kekasihku Dara tidak ada yang lain” “Tapi kenapa? Kenapa? Kenapa Day, kau hanya mementingkan sahabatmu yang sakit-sakitan itu dibandingkan aku! Dia sebentar lagi MAT….” “Cukup Dara!” “Lihat! Kau bahkan tanpa ragu berteriak padaku. Pergi dari sini berarti hubungan kita cukup sampai disini!” “Sial!” umpat Day sambil mengacak rambutnya frustasi. Lalu meninggalkan Dara sendirian. “Kau jahat Day” ujar Dara pelan perlahan namun pasti ia terjatuh dilantai, air mata yang sudah susah payah ia tahan turun dengan sendirinya. Day sangat jahat pada dirinya, Day tahu itu bahwa sangat sudah mengatur jadwal acara keluarganya. Tapi lihat Day bahkan pergi tanpa beban sama sekali. Benar, Dara bukanlah prioritas Day. Day mengumpat sepanjang perjalanan kerumah sakit, ia tidak bisa meninggalkan Dara sendiri tapi Sella butuh dirinya sekarang. Sella, sahabat masa kecilnya yang sekarang divonis kanker ganas sedang berada diantara hidup dan mati. Sella tidak mempunyai siapa-siapa lagi dunia ini kecuali Day dan ibu Day. ‘Setelah bertemu Sella aku akan minta maaf pada Dara dan menjelaskan semuanya’ guman Day menenangkan dirinya sendiri. Langkah Day terhenti dilorong rumah sakit, dadanya terasa sangat nyeri. Day bahkan tidak bisa mendengar dengan jelas, ingin bicara pun Day tidak. bisa. Langkahnya melemas dan jatuh kelantai. “Day, Sella sudah tiada. Tuhan lebih sayang pada Sella, sekarang Sella tidak akan sakit lagi” ujar ibu Day memeluk Day sambil menangis dipelukan putranya. “Ma, Sella belum berpamitan pada Day” ujar Day pelan membuat tangis ibunya semakin kencang. Day tidak mengeluarkan suara sedikitpun, tenggoraknnya terasa sakit sekarang. Sementara itu Dara meluapkan amarahnya dan berteriak pada ayahnya. “Pokoknya aku ingin menikah dengan pria manapun! Dan Daddy bertanggung jawab atas itu!” “Benarkah? Lalu bagaimana dengan kekasihmu?” “Persetan dengan kekasihku, daddy seharusnya senang dengan keputusanku sekarang” “Baiklah, tidak ada penolakan. Dan ini murni keingananmu” “Iya dad” Pemakaman Sella hanya dihadiri oleh Day dan ibunya, selain itu tidak ada. Setelah dari pemakaman Sella, Day pergi kekediaman Dara. Lagi, jantung Day berhenti berdetak karena melihat Dara bersanding dengan pria lain. Dara mencampakannya, salah. Yang benar Day telah mencampakan Dara sehingga Dara mencari sosok pria lain yang layak untuk menggantikan dirinya, Menyesal? Tentu saja Day sangat menyesal. Penyesalan memang selalu datang terlambat, Day tidak menyalahkan Dara. Tapi, Day menyalahkan dirinya sendiri. Memang salah dirinya. $$ Kembali kemasa sekarang, Day hanya melihat keramain club nya. Alasan kenapa Day memilih usaha club malam karena ia merasa kesepian. Stella, wanita itu sudah kembali ke posisinya menghibur para pengunjung. Stella tidak tahu apa isi pikiran Day, tapi bekarja sampai akhir bulan tidak lah buruk. Stella akan bekerja seperti biasanya, setelah itu ia akan segera bersantai. Mungkin mencari pekerjaan lain yang cocok untuk dirinya. Stella ingin membuka toko kue tapi ia urungkan, mana mungkin Stella membuka toko kue dengan dirinya sendiri tidak bisa masak. Belajar masak? Tentu saja bisa tapi itu akan memakan waktu yang lama. Stella akan memikirkan pekerjaan apa yang cocok untuk dirinya.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD