Pulangnya Stella diantar oleh Leon, Stella sudah menolak karena ada Will yang akan mengantarnya pulang. Namun Hana memaksa karena Stella dijemput maka pulangnya juga harus diantar.
“maaf merepotkanmu” ujar Stella setelah memasang selbetnya.
“aku tidak merasa direpotkan, apalagi pada calon istri” jawab Leon membuatnya mendapat pelototan dari Stella.
“bagaimana? Maukah kau menjadi istriku?” ujar Leon
“tidak” jawab Stella cepat, karena Stella tahu Leon hanya akan bermain-main padanya.
“kau menyakiti hatiku Stell, tapi tidak apa. Aku akan berjuang untuk mendapatkanmu”
“hm, terserahmu saja” jawab merasa bodoh amat.
Leon mengendarai mobilnya dengan santai, bahkan bisa dibilang kecepatan dibawa rata-rata. Leon ingin lebih lama dengan Stella. Stella tidak mempermasalahkan itu, toh dia juga tidak ingin cepat-cepat pulang.
Leon menyingkirkan rambut-rambut halus yang menghalangi wajah cantik Stella, sekarang wanita cantiknya menjadi putri tidur. Lihatlah betapa cantik wanitanya, pandangan Leon jatuh pada bibir sexy Stella. Seketika Leon ingin mencium bibir mungil nan mengg0d4 itu, namun ia urungkan karena sudah lampu hijau. Stella memeringkan tubuhnya lalu bernafas, Stella belum begitu nyenyak dan menyadari keberadaan Leon.
Sudah sekitar 20 menit Leon berdiam dimobil mereka sudah sampai di parkiran apartemen Stella. Namun sepertinya Leon sama sekali tidak berniat membangunkan Stella yang sudah tertidur nyenyak.
Tok..tok..
Leon tersadar lalu menurunkan kaca mobilnya,
“saya akan membawa Nona masuk” ujar Will membuat Leon langsung menggelengkan kepalanya.
“biar aku saja” jawab Leon cepat lalu keluar dari mobil.
Leon menggendong Stella ala pengantin baru, sedangkan Will berjalan mendahului Leon. Will menekan lantai 10 ketika mereka sudah didalam lift.
Tidak ada pembicaraan apapun antara Leon dan juga Will, mereka hanya diam dikeheningan lift.
Will membuka pintu apartemen Stella dan mempersilahkan Leon masuk,
“kamar Nona Stella” ujar Will sambil menunjuk pintu kamar Stella, Leon mengangguk paham lalu berjalan masuk kedalam kamar Stella.
Dengan hati-hati Leon memembaringkan Stella diatas kasur, Leon tidak ingin putri tidurnya terbangun. Setelah menyelimuti Stella, Leon mengambil pembersih make up dan membersihkan wajah Stella. Leon sangat peka pada yang seperti ini, karena ia sudah sering membersihkan make up kakak perempuannya.
Setelah membersihkan make up Stella dan menyelimuti Stella dengan baik, Leon menutup pintu kamar Stella. Leon sebenarnya enggan untuk pulang, namun bukannya tidak sopan jika ia terus berada diapartemen Stella.
$$
Paginya Stella bangun dengan wajah yang ringan, ia segera berkaca. Make up nya sudah dibersihkan. Tanpa sadar senyum Stella terbit. Matanya tidak sengaja melihat secarik kertas,
‘jangan lupa hubungi aku, 0821919191098. Leon’
Stella meletakan asal kertas kecil itu lalu pergi kekamar mandi, ia sudah berjanji pada Kim untuk menjemput pria itu dibandara.
Stella tidak memakai apapun pada wajahnya kecuali suncreen. Stella memakai celana pendek dan hoodi kebesarannya.
“terima kasih Will sudah membersihkan make up ku semalam” ujar Stella sambil melihat sosial media di ponselnya.
“bukan saya Nona, tapi Tuan Leon” jawab Will membuat Stella membulatkan matanya.
“Seriusly?”
“iya Nona”
‘ah, wajar saja dia kan pria buaya darat’ komentar Stella pelan, pria mana lagi yang bisa melakukan itu selain pria buaya darat seperti Leon.
Sesampainya dibandara Stella langsung mengangkat spanduknya,
‘mr. Kim’
“Stella!” teriak Kim lalu menghampiri Stella,
“Kim!” jawab Stella langsung masuk kedalam pelukan Kim.
“i realy miss you” ujar Kim membuat Stella tersenyum
“mee to”
$$
Bruk!
“Nona tidak apa?” tanya Will cepat membuat Stella menggelengkan kepalanya.
“aku baik-baik saja Will”
Setelah mengetahui Nonanya baik-baik saja, Will keluar dari mobil. Siapa gerangankah yang menabrak mobil mereka dari belakang.
“ups, maafkan aku. Aku benar-benar tidak sengaja”
“Tuan Leon?”
Iyas, yang baru saja menabrak belakang mobil Stella adalah Leon. Entah apa yang direncanakan pria itu.
“ada apa Will?” tanya Stella keluar dari mobil.
“kau?” ujar Stella tidak percaya dia akan bertemu lagi dengan Leon.
“maafkan aku Nona, aku benar-benar tidak sengaja” ujar Leon membuat Stella memutar bola matanya dengan malas. Tidak sengaja? Stella tidak percaya itu, Leon pasti sedang merencakan sesuatu.
“aku akan membayar kerugian”
“baiklah, simpan nomor ponselku” jawab Stella tidak mau berurusan panjang dengan Leon.
“oke, terima kasih sekali lagi aku minta maaf”
“hm”
Stella masuk kedalam mobil diikuti oleh Will.
“siapa?” tanya Kim membuat Stella menggelengkan kepalanya.
Sedangkan didalam mobilnya, Leon senang bukan kepalang. Pasalnya, Leon ingin modus minta nomor ponsel Stella, dan Leon bisa mendapatkannya dengan mudah.
$$
Stella, Kim, dan juga Alex sekarang berkumpul diapartemen Stella. Stella menghela nafas kasar karena sekarang ia menjadi obat nyamuk. Iya, Alex dan Kim mereka sedang berkencan.
“guys, please. Aku tidak mau jadi obat nyamuk disini” ujar Stella namun tidak ada yang mendengarkannya. Dengan malas, Stella berjalan menuju balkon. Stella menyesap winenya sendiri, sedangkan Kim dan Alex mereka sekarang sedang saling merindukan satu sama lain.
Stella tidak mau ambil pusing dengan hubungan antara Alex dan Kim,, bukannya cinta tidak pernah salah. Jadi, cinta Alex dan Kim tidak lah salah.
Drtt..drt...
Stella membiarkan ponselnya yang terus berdering, nomor tanpa nama. Entah sudah berapa kali ponselnya berdering.
“hai calon istri,”
“Leon?”
“iya sayang”
“Akan ku matikan jika kau terus main-main” ancam Stella,
“apa? Kau merindukan aku? Sama sayang aku juga merindukanmu”
“Sinting!”
“i love you too honey”
Tut.
Stella memutuskan panggilan sepihak, memberikan nomor ponselnya pada Leon adalah langkah yang salah. Namun, tadi Stella benar-benar sedang tidak ingin berlama-lama berurusan dengan Leon. Tapi, lihatlah sekarang, nampaknya Leon akan terus mengganggunya.
Stella kenal dengan sifat ini, pria yang akan mengejar wanita hingga wanita itu takluk. Kemudian setelah wanita itu jatuh cinta maka akan ditinggalkan. Jika Leon beranggapan Stella sama dengan wanita diluar sana, maka Leon salah. stella berbeda, dan tidak akan tergoda pada Leon.
“siapa?” tanya Alex tiba-tiba saja sudah berada disamping Stella.
“iseng” jawab Stella sambil meletakan asal ponselnya.
“bagaimana? Sudah melepaskan rindu?”
“kau yang terbaik”
“tentu saja” jawab Stella sombong lalu menyesap winenya.
“dimana Kim?”
“tidur, kelelahan karena perjalanan panjang”
Sementara dikantornya, Leon sedang memeluk ponselnya sambil tersenyum-senyum seperti orang yang sedang dimabuk kepayang. Ah, benar saja bukankah Leon sudah tergila-gila pada Stella.
Tok..tok..
“permisi pak, saya mengantarkan berkas yang harus bapak tandatangani” ujar Angel membuat Leon kembali pada posisinya.
“letakan saja,”
“baik pak, saya permisi”
Leon tidak menjawab lalu membuka berkas yang baru saja dibawakan oleh Angel. Kalau sudah berhadapan dengan pekerjaan Leon menjadi pria yang serius. Leon benar fokus pada pekerjaannya.
Tbc.