Suara gemeletuk dan erangan lembut di tengah dinginnya malam membangunkan Arsih dari tidur. Tubuhnya yang lelah seharian bekerja membuat ia mudah mendapatkan tidur yang sangat nyenyak. Sejurus matanya memandang, ternyata suara itu berasal dari putra semata wayangnya yang sedang mengigil dengan mata tertutup. "Ilham?" panik Arsih memegangi kepala anaknya. Ilham demam. Suhu tubuhnya sangat tinggi. Arsih terkesiap. Ia menelan paksa salivanya yang terasa mengering. Panik. 'Ya Allah aku harus bagaimana ini' batinnya meronta. Kinarsih mengambil air hangat dan mengompres anaknya. Sejak malam itu, ia terus terjaga. Kondisi kesehatan Ilham makin memburuk. Sudah tiga hari panasnya naik turun. Obat warung tidak ada yang benar-benar membuat bocah itu sembuh. Pagi-pagi, dengan bergegas, Kinarsih me

