Pernikahan

672 Words
setelah beberapa hari berlalu persiapan pernikahan pun sudah 98% dan esok adalah hari yang di tunggu-tunggu oleh kedua belah pihak, pak pranata dan pak Ibnu sangat menunggu akan hal ini tak sabar keluarga mereka akan semakin akrab dan dekat lagi ****** keesokannya gedung yang mewah yang bertema bunga" dan nuansa putih pink saat ini adalah tempat dimana diadakannya sebuah pernikahan Fino dan Ica, banyak orang yang menghadiri acara pernikahan itu, termasuk karyawan dari perusahaan Fino baik yang ada di Indonesia atau pun yang dari new York semua hadir di acara itu menyaksikan pernikahan CEO mereka, ramai sudah gedung itu dengan orang" disana, seorang lelaki memakai jas berwarna putih dengan tegap dan gagah bak seorang pangeran dari negeri dongeng ketampanan dan aura yang di pancarkan Fino sangat kuat banyak wanita yang patah hati melihat Fino yang sebentar lagi sudah menjadi suami ica, sekarang Fino sedang duduk di depan penghulu untuk melangsungkan akad. Ica POV jantung ku berdetak kencang ketika ku dengar Fino mengucapkan ijab Kabul sampai ku dengar mereka mengucapkan Alhamdulillah dan sah, aku menangis terharu dan menatap mama ku dan mama ikwa(ibu mertua) mereka memeluk ku dan menangis bahagia, setelah itu mereka menuntut ku untuk turun menemui suami ku ketika ku turuni anak tangga mata ku hanya berfokus kepada Fino yang sedang berdiri menunggu ku dan mengulurkan tangannya untuk aku gandeng rasa deg-deg'an ku menjadi ketika tangan kami bersentuhan ku rasa ini yang di namanya cinta Fino POV ketika ku ucapkan ijab Kabul hati terus deg-deg'an tak karuan sampai akhirnya mereka mengucapkan sah dan Alhamdulillah, aku ikut senang merasa hal aneh pada dirinya tak pernah sedeg-deg'an ini dan Tak pernah sebahagia ini aku bigung apakah aku benar menyayangi Ica, aku tak pernah berpacaran atau dekat dengan wanita dan aku tak tau bagaimana rasanya jatuh cinta, ketika mempelai wanita di suruh turun, aku melihat ke tetangga seorang wanita cantik memakai gaun pengantin yang berwarna putih pink berbalut indah di tubuh Ica, mata ku terkagum melihat sosok yang sekarang menjadi istri ku cantik dan sangat natural, ku ulurkan tangan ku untuk mengajaknya bersama ku dan menuju panggung pernikahan, ku rasanya iya memegang tangan ku begitu erat seperti tak membiarkan ku lepas dari genggamannya. lama sudah mereka berdiri dan berfoto bersama tamu" lainnya dan masukkan teman" Fino yang bernama Irfan, Adit, dan alex menjahili Fino karena akhirnya memilih pasangan hidup “akhirnya nikah juga lu no kirain bakal jomblo seumur hidup" ucap Adit sambil menepuk pundak Fino dan tertawa terbahak bahak “gak nyangka Fino dapat binik cantik bener" sambut Alex dan ikut tertawa bersedia Adit “jangan lupa pelan-pelan nanti malam bro" bisik Irfan ke Fino yang di dengar oleh Adit dan alex, Sontak mereka tertawa bersama “apaan sih kalian kan gak di ajarin gue juga paham" ucap Fino ke mereka bertiga dan mereka tertawa lagi Ica POV sebenarnya aku sudah malu dan rasa deg-deg'an ku menjadi-jadi mendengar percakapan teman2 Fino karena aku mendengar dengan begitu jelas pembahasan mereka itu, Fino terus menggandeng ku soalan takut di rebus orang lain **** setelah beberapa lama akhirnya acara pernikahan mereka selesai Fino dan Ica pergi ke apartemen Fino yang tak jauh dari gedung itu mereka untuk beristirahat sedangkan kedua orang tua mereka pulang ke rumah yang lucu nya pesan ayah mertua Fino dan ayahnya membuat Fino merasa malu “buatkan cucu untuk kami" ucap ayah Ibnu “dan jangan membuat kami menunggu lama akan kehadiran cucu kami itu, buat lah sesegera mungkin" sambung ayah pranata menimpali perkataan ayah Ibnu “iya ayah" ucapku singkat dan langsung menemui Ica ****** sesampainya di apartemen Fino, Ica melihat" ruangan yang sangat rapi dan wangi apartemen yang mewah dan besar tapi cuman memiliki 1 kamar, Ica duduk di sofa merilekskan tubuh nya yang terasa Sangat pegal ia tak sadar hingga tertidur mungkin ada 5 menit, Fino melihat wajah Ica yang tertidur lekat lekat dan mengelus pipi Ica sebentar hingga akhirnya ia membangun kan Ica agar membersihkan diri terlebih dahulu “ca, ca bangun bersihkan dulu badan mu agar lebih nyaman tidur" ucap Fino sambil menyentuh pipi Ica dengan telunjuk
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD