malam pertama

855 Words
Ica yang merasa ada yang membangun kan dirinya membuka mata dan mendapati Fino yang hanya menggunakan boxer dan bertelanjang d**a sebuah Handuk kecil yang bersengger di bahunya, pipi Ica terasa panas akhirnya dia bangun dan langsung ke kamar mandi, setelah selesai mandi dia bigung mau keluar kamar mandi apa enggak soalnya dia menggunakan baju tidur yang teramat tipis hingga dapat terlihat setiap lekukan tubuh ica. “kok baju tidurnya modelnya semuanya sama, terpaksa aku pakai" berbicara sendiri dikamar mandi setelah mengumpulkan keberanian akhirnya Ica keluar dan ia melihat Fino yang fokus menatap laptopnya, Ica duduk di tepi ranjang dan Fino melihat Ica yang masih duduk membelakanginya “hm mas" panggil Ica ragu-ragu “hm" sahut Fino hanya dehemam yang di dengar Ica tidak lain tidak bukan Ica POV “loh kok cuman gitu bukannya seharusnya ini malam pertama kami yang ditunggu-tunggu setiap pengantin apa lagi ini masih jam 9 malam" ucap ku dalam hati, Ica sedikit kesal dengan sikap dan respon Fino yang cuek padahal dia sudah beranikan diri keluar menggunakan baju wajib malam pertama. Ica hanya menghela nafas dan menarik selimut sampai ke dadanya agar tidur tidak menyapa atau melihat Fino lagi Fino POV ketika aku liat Ica memakai baju tidur yang teramat tipis hingga melihat lekukan tubuhnya rasanya jantungku seperti mau copot, suhu tubuh ku terasa panas padahal AC di kamar menyala, aku tetap berkutik dengan laptop ku agak junior kecil ku tidak meronta-ronta, tiba-tiba Ica memanggil ku dengan sebutan “mas” aku deg-deg'an tapi bingung mau balas nya gimana jadi aku hanya berdehem setelah itu ku liat dia tertidur dan tidak berbicara lagi atau memanggil ku, “apa dia marah?" ucap ku bertanya sendiri dalam hati ****** setelah berkutik dengan laptop Fino merasa kantuknya datang, Fino menyingkirkan laptop nya dan ikut tertidur di samping ica beberapa lama mereka tertidur karena kelelahan Ica merasa ada sesuatu didadanya ia tidak merasa nyaman tidur karena seperti ada benda yang menimpa dadanya. Ica terbangun saat dia melihat dadanya ada tangan yang bersengger di atas dadanya dia terdiam mendapati telapak tangan suaminya sudah ada di atas dadanya Ica hanya terdiam dan merasa tangan itu sedikit bergerak ia langsung pura-pura tertidur. sedangkan Fino yang bermimpi memainkan squishy meremas dengan pelan tapi tiba-tiba Fino terbangun dan dia melihat tangan sudah memegang payu**ra milik istrinya Fino terdiam tapi tidak melepaskan pegangannya itu, itu mengelus put**g yang menonjol dari balik baju itu tiba-tiba “hmhhhmmm" desahan kecil keluar dari mulut Ica “ca" panggil Fino dengan suara serak dan beratnya, Ica masih berpura pura tidur “aku tau kau sudah bangun" ucap Fino sambil menyentuh pucuk dari gunung Ica , Ica pun bangun dengan desahan kecil yang nikmat "umhhh"desahan keluar lagi dari mulut Ica. Fino tiba-tiba mencium bibir Ica dengan lembut menikmati bibir yang Sangat lembut, Ica merespon ciuman Fino dan menjalar menjadi ciuman panas, Fino turun menciumi leher Ica dan memberi tanda kepemilikan disana, Fino menetap Ica “ca, apa kau udah siap" ucap Fino memastikan bahwa Ica memang mau dan tidak keberatan akan apa yang terjadi selanjutnya “iya mas, aku dah siap” bals Ica sambil mengecup bibir Fino dengan semangat Fino menggali semua pakaian yang ada di tubuh Ica hingga tubuh Ica tidak menggunakan sehelai benang pun disana, Fino menatap tubuh Ica yang amat menggoda Fino mencium bibir Ica lagi dan lagi hingga turun ke bukit kembar Ica yang menantang dengan p****g yang merah muda Fino mengemut bak seorang bayi menyusu Fino terus menjilati p*t*ng merah muda itu. "ahhhh mas lagi mas lagi" Ica memeras rambut Fino "sayang miliki mu nikmat sekali" ucap Fino setelah melepas mulutnya dari bukit kembar itu, setelah itu dia melepaskan semua pakaiannya hingga menunjukkan junior miliknya yang sudah bengkak Ica terduduk melihat Fino, Ica menelan ludah melihat otot Fino yang menggoda dan kejantanan yang sudah tegang "pegang lah" ucap Fino sambil menuntun tangan Ica memegang milik Fino, Ica memegang nya dengan ragu-ragu dan berkata dengan polosnya "apakah ini muat dan bisa masuk? ini besar sekali" ucapnya sambil memegang kejantanan milik Fino “muat sayang" sambil menidurkan Ica dengan pelan, iya mencium bibir Ica lagi, setelah itu turun ke bawah awalnya iya mengecup bibir bawah Ica yang sudah basah hingga akhirnya iya menjilati dan menghisap surgawi milik Ica hingga berbunyi muakkhh muakkhh menjilati lagi hingga o*****e Ica yang pertama keluar “ahhhh sayang ada yang keluar" Ica mendapatkan kenikmatan Fino memposisikan kejantanannya ke arah goa Ica yang basah. plummmm Fino memasukkan juniornya ke dalam m***k Ica, gua Ica sudah di penuhi oleh Junior Fino Fino menggoyang pinggulnya dengan pelan agar Ica tidak kesakitan "syg milik mu sempit dan nikmat" ucap Fino sambil bergoyang pinggul disana "ah ah ahhhh ahhh" desahan Ica terus berbunyi di kamar itu, Fino mempercepat goyangan pinggulnya menikmati nya Ica pun begitu "mas, ahhhh ahh Fino lagi cepat aku ingin lebih ahhhh ahhh" ucap Ica yang sudah merasa kenikmatan lebih, mereka berdua merasa kenikmatan hingga menegangkan bagaimana kesetrum tidak bisa di sampaikan oleh kata-kata sampai akhir mereka berdua mencari titik menikmatan saling pelepasan mereka keluar, setelah itu mereka merasa lelah hingga Fino terjatuh di pelukan istrinya, mereka melakukan hingga 5 ronde hingga mereka tertidur dengan telanjang dan saling berpelukan
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD