Part 10

2113 Words

Bunyi decitan pintu mengisi kesunyian di dalam ruangan serba putih yang menyebarkan aroma khas obat-obatan. Arkan tersenyum saat atensinya menangkap sosok gadis mungil yang sedang duduk di atas ranjang. Pandangan mereka bertemu membuat senyumnya semakin lebar. Ia berdiri tepat di belakang Bu Anita yang sedang membersihkan luka di kedua lutut Vania. Vania sesekali meringis saat kapas yang sudah dibasahi alkohol mengenai lukanya. Ternyata luka saat ia terjatuh di depan Mading tadi lebih parah dari yang ia bayangkan. Awalnya ia berpikir itu hanya berupa lecet yang tak seberapa. Ia menghela napas lega saat Bu Anita menempelkan perban yang sudah disterilkan yang kemudian diplester di kedua lututnya, menandakan lukanya sudah selesai diobati. "Sudah selesai. Kamu bisa beristirahat sekarang."

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD