19. Hampir saja

1007 Words

Huh, Ata harus berterima kasih pada kakek Alik. Dia memberi hukuman kepada Ata sangat ringan, hanya menemaninya tidur cuman itu hukumannya. Dan mereka sudah memaafkan Ata. Mereka juga sebenarnya bersalah karena meninggalkan Ata kemarin sendirian. Ah sudahlah yang kemarin biarlah berlalu. Dan Afin juga sudah meminta maaf kepada Ata karena telah menamparnya, dia terlalu khawatir. Kendati demikian, tetap ada rasa kesal di hati Ata atas tindakan Afin yang tiba-tiba memukuli nya dengan alasan khawatir. Jika di pikir secara logis khawatir itu akan langsung menanyakan kabar kan atau pun memeriksa seluruh tubuh nya jika ada luka ataupun tidak. Tapi yaudah lah, itu sudah berlalu tidak bisa di ulang lagi. Ata berangkat sekolah bareng Afin dan Riko pakai mobil. Dia sampai sekarang masih penasaran

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD