My Whole LIfe
" mama" Elish sambil memeluknya " mama nga papa nak, " bisikan mama elis ditelinganya , sang ayah pun pergi dan meninggal kan kami berdua, tanpa sepata katapun.
Setelah Kejadian tersebut kami pulang ke Medan, dan ya papa masih diam melihat kami, dia hanya mengangar kami sampai di pelabuhan . " aku tidak tau apa yang membuat ayah seperti itu?" batin Elish rasanya ingin menjerit dan menangis melihat ini terjadi.
Beberapa bulan kemudian, mama mendapat telepon dari saudara jauh di Nias , ya Tempat dimana Ayah ditugaskan kerja. aku tidak tau apa yang didengar mama sehingga membuatnya gelisah dan marah. seperti yang kita tauh ayah sudah mengambil keputusan untuk pindah ke Medan alasanya ingin berkumpul dengan kita. ya itulah alasanya yang orang tau kantor.
kita semua bahagia mendengar itu , tapi ternyata disitu lah awal dari perperangan ini , Beberapa bulan setelah ayah pindah ke Medan. mama yang mendapatkan telepon dari Nias marah dan gelisa.
"Jadi itu alasan kau pindah kesini?! ". teriakan mama kepada ayah. Tersontak kita semua bingung. kami hanya melihat dan mendengar ka dulu permasalahan nya " karena ketauan kau punya wanita disana,. " ayah datang dan marah terhadap mama " siapa yang bilang, mana buktinya?!" . "Siapa orang suruh dia datang kesini temui aku." ayah sangat marah dan kesal mendengar ucapan mama seperti itu.
kemudian kami pun mulai melerai mereka. dan ayah pergi sambil menutup pintu rumah dengan keras, "praakkk" bunyi pintu.
disatu sisi mama masih menangis dan marah, karena itu dia ingin menagakhiri hidupnya. " jadi itu sebabnya ayahmu berubah, dia udah ga seperti dulu, sakit hati mama. nyesal mama nikah dengan ayahmu. !!" isi hati mama yang selama ini dia tahan, selama ini dia bertahan demi kami anak anaknya, seolah olah tidak ada masalah tapi ternyata mama tidak bahagia.
Mulai dari kejadian kemarin, hingga sekarang mereka selalu bertengkar hingga puncaknya, ayah meninggal kan kita semua dan memilih hidup pisa dari kita selama 6 bulan dan tanpa nafkah. dia meninggalkan kami, disaat saudaranya membutuhkan uanv untuk menyelesaikan kuliah mereka. disaat aku harus masuk kuliah. tapi ternyata aku harus memilih tidak kuliah dulu dan memilih bekerja untuk membantu keuangan di rumah... " ya alu sangat membenci ayahku, kenapa dia seperti ini kenapa?!." pernah tersilap kan dipikiran ku untuk memutuskan hidup ini, tapi aku tidak bisa, karena aku melihat mama, meliahat dia yang sudah membesarkan ku sampai saat ini.
Kita sudah melakukan segala usaha untjk membuat sang ayah kembali kerumah, dan menuntut tanggung jawabnya untuk menafkahi keluarga nya. setelah 6 bulan dan segala usaha yang kita perbuat akhirnya Yah kembali kerumah tapi tetap dengan peraturanya sendiri. "Terkadang aku cemburu dengan keluarga teman temanku, yang memiliki keluarga yang bahagia, mereka bisa kuliah tapi hanya bisa kerja , "
Akhirnya setelah satu tahun bekerja, akhirnga elish bisa kuliah, tapi bukan berarti kehidupan mereka kembali normal. keluarga yang dulu bahagia, keluarga yang dulu jalan jalan tiap tahun, tapi tidak kali ini... ditambah ayah yang sangat memprioritaskan keluarga dia yaitu sepupu kita. dia lebih care sama mereka dari pada keluarga intinya. Daripada anak anaknya.
"Ayah , Elis butuh uang untuk bayar uang wisuda dan biaya uang kuliah ayah?" ujarnya kepada ayah. " tidak ada uang, !" kata ayahnya pada Elis, " ayah kalau ngasih uang untuk keluarga ayah, ayah cepat sekali. ayah kami ini anak anakmu.! dia itu bukan darah dagingmu. kalau ayah sudah tua, terus sakit sakitan siapa yang akan rawat. kami!!!" amarah Elish yang selama ini dipendam keluar begitu saja. " Diam kau, uangku, sukakku mau kasih sama siapa" begitulah jawabnya. Elis pun pergi begitu saja sambil menagis dikamar.
Elis ya tetap tidak bahagia karena disaat dia mau lulus dan memerlukan uang yang banyak, Elis mengambil keputusan yang mengejukan " apakah aku harus jual diri untuk bisa membayarkan biaya kuliah ini dan wisuda ku ?!" ya dalam pikirannya selalu mengatakan hal itu...
Elis denga sigapnya mencari di social media, dan dia ketemu dengan seorang pria Luar Negri, dia mau memberikan bantuan ya kalau Elish mau tidur denganya. " kamu kenapa butuh uang ? " kata pria itu. Elis " i need money for paying my graduation, " pria tersebut terdiam dan selama makan malam,
Setelah makan malam mereka pun pergi ke sebuah hotel yang sudah di booking oleh pria tersebut. Elis hanya duduk dan diam, "aku harus bagaimana, apa aku lari saja? tapi aku membutuhkan uang tersebut." dalam hati bicara. Pria tersebut mulai melepaskan bajunya dan mendekati Elis, mecium bibirnya "mmuaahh" lidahnya bermain di mulut Elis, Elis Tanpa sadar menikmati ciuman tersebut "muaahh " sambil memeluknya pria tersebut. pria itu mulai meremas payudaranya Elish dan mengisap putingnya Elis...." ahh kenapa aku sangat pasarah kenapa aku tidak mendorongnya. ahhh...mmm " tanpa disadarinya elish mengeluarkan suara yang mebuat pria tersebut semakin b*******h. putingnya yang mengeras bewarna coklat sangat menarik dimata pri itu.
Pria tersebut menjatuhkan tubuh Elis ke atas tempat tidur dan melepaskan roknya Elish, dia bisa merasakan bahwa va*ina nya mulai basah. dan pria tersebut menj*lati kemaluanya Elish dan begitu menikmati adegan itu...wajah elish memerah begitu menikmati malam pertama yang rasakan , malam pertama keperawananya di nikmati pria tersebut. "ahhh elish you so hot, ilyou so sexy i love your body" bisakan pria tersebut " ahh ahh mm , yes please dont stop keep going... " Elis spontan ngomong sepeti itu. " are hou sure ? you wna lt me inside you? " pria itu mengoda Elis, " yes please do it , pleasee" Elis , ahhhh yeahh tangan elis memeluk pria tersebut dengan erat, " ohh baby you so tight, i love that,... i can f*****g you all night " ahahahah..mmmm
kemudianan pria tersebut meninggalkan uang yang dalam aplop di atas meja " ini untuk biaya kuliahmu dna aku sudah menambahkan bonus ke kamu" pria tersebut pergi dipagi harinya.
Ketika Elis bangun , tanpa dia sadari dia melihat ada bercak darah, setelah kejadian itu dia pergi dari hotel dan pulang. dan kemudian bernagkat kuliah " bagaimana ini aku takut, jangan hamil " dalam hati elis berbicara dan pikirannya membuat dia takut ...
Setalah beberapa bulan wisuda, Elish memtuskan untul pergi merantau kerja di pulau dewata, dia memtuskan pergi karena ingin sukses dan ingin melupakan kejadian tersebut.