Bunga menyingkirkan pakaiannya yang menutupi bagian punggungnya agar Darren dapat dengan mudah membalurkan salep pada bagian luka memerah di kulitnya akibat terkena air panas tadi saat dia mandi. Tangan Darren mulai bergerak mengolesi salep tersebut pada punggung Bunga. Saat menyentuhnya, tak dapat di pungkiri lagi bahwa tangan Darren agak gemetar, padahal ini hanya sekedar menyentuh biasa tetapi efek bagi dirinya cukup luar biasa. Darren meratakan salep tersebut pada bagian luka dengan cepat tetapi tidak menehan agar tak menyakiti Bunga. “ Sudah. “ Kata Darren yang terburu – buru. “ Cepet banget, gak terasa. “ Ucap Bunga seraya memutar duduknya menghadap Darren. “ Yang penting bagian lukanya udah di olesin semua. “ Balas Darren. “ Hm, yaudah makasih. “ Tutur Bunga agak kecewa karena

