Di dalam kamarnya, Darren sedang berusaha mengendalikan dirinya agar nanti jika sudah kembali ke ruang depan, dia tidak grogi atau bahkan salah tingkah kepada Bunga yang saat ini sudah membuat perasaannya tak karuan, bahkan darah di sekujur tubuhnya seakan membeku karena penampilan Bunga yang begitu menggoda. “ Tenang, Darren. Kamu harus bisa menahan diri! “ Darren menegaskan hal tersebut kepada dirinya sendiri. Tak lama terdengar suara Bunga berteriak memanggilnya. “ Darren, aku sudah selesai makan. Kapan kita mau mulai pijat? “ teriak Bunga dari ruangan depan. “ Sini dong, Darren. “ Panggil Bunga. “ Oke, aku kesana. “ Sahut Darren. Dia jadi merasa gugup, padahal sebelumnya merasa biasa saja ingin di pijat Bunga. Darren keluar kamarnya membawa minyak urut yang dia punya. “ Pakai ini

