9

1019 Words
Milk dan Splash memandang Cloud yang duduk termenung di teras rumah Splash. Cloud memandang ruang hampa dengan tatapan nanar. Lengkung matanya turun, begitu pula dengan bahunya. Kegagalannya menyelamatkan Sodda yang menjadi sebab kegundahan yang ia rasakan. Keadaan Cloud itu membuat kedua temannya turut merasakan kesedihan itu. Keduanya mengalihkan pandangan dari Cloud, kemudian duduk dan berbincang-bincang. "Milk, apa dia benar-benar mau merakit Sodda?" tanya Splash. "Tidak mungkin. Kalaupun dirakit lagi, percuma. Kecuali memori Sodda dapat ditemukan. Tanpa memori itu, android yang baru tetap saja bukan Sodda. Meskipun fisiknya sama, ingatannya berbeda. Semua memori android yang didaur ulang disimpan pemerintah di Bank Memori. Tidak mungkin kita bisa mengambilnya," jawab Milk. Splash mengangguk repetitif. "Lantas untuk apa Profesor Reufille mengumpulkan bagian-bagian tubuh Sodda?" Milk mendesah. "Entah—" "Aku mau memasangnya di badanku." Splash dan Milk menoleh, dan melihat Cloud menghampiri. "Memasangnya di badanmu?" tanya Milk, heran. Cloud mengangguk seraya duduk menyejajari mereka. "Mereka telah menghancurkan Sodda. Dengan bagian tubuhnya, aku akan menghancurkan pemerintah lalim itu, sekaligus mengambil memori Sodda." Milk dan Splash bertukar pandang. Kata-kata Cloud sulit dipercaya. Bagaimana mungkin mereka mampu menghancurkan pemerintah? Bagaimana mungkin mereka dapat mengambil memori di Bank Memori yang dijaga ketat? "Profesor, Anda yakin bisa melakukannya?" Keraguan tampak jelas di wajah Splash. Cloud mengangguk yakin. "Bukan hanya kita yang membenci pemerintah. Bahkan sejak beberapa tahun terakhir, beberapa kelompok mencoba memberontak. Kita bisa bergabung bersama mereka untuk melawan pemerintah." "Cloud, kita tidak tahu tujuan pemberontak yang sebenarnya. Bisa jadi mereka memberontak demi kekuasaan. Bisa jadi kalau mereka berkuasa, keadaan menjadi lebih buruk." Milk mengingatkan. Cloud tersenyum. "Aku pun berpikir demikian. Tapi semua itu masih prasangka. Kita belum tahu tujuan mereka sebelum terlibat di dalamnya." Milk diam seraya mencerna pikiran sejenak. "Saat ini kita tidak ada pilihan lain. Kalau kita diam, cepat atau lambat mereka akan menangkap kita. Tapi kita harus waspada ketika memutuskan bergabung dengan pemberontak." "Kalau begitu apa yang akan kita lakukan selanjutnya?" "Splash, aku membuat Sodda dengan menggunakan material khusus yang disebut Volenthium. Material itu sangat langka di dunia. Aku tidak tahu harus mencarinya di mana," tukas Cloud. "Volenthium ...." Splash tercenung. "Kalau tidak salah aku pernah mendengar material itu dijual di pasar gelap Kota Ath, Belgia." "Bagus. Kalau begitu aku akan ke sana segera." "Tidak, tidak ..., kamu tidak akan berangkat sendiri. Setelah mengeluarkan energi besar itu, kondisimu melemah. Masih beruntung kamu tidak kehilangan nyawa. Aku dan Orreo akan menemanimu." "Hei, apa kalian akan membiarkan aku dan Orange mati bosan di sini?" Cloud tersenyum. "Kalau kalian mau ikut, aku tidak keberatan. Bukan begitu, Milk?" Milk mengangguk setuju. "Akan lebih menyenangkan melakukan perjalanan bersama-sama." "Lantas kapan kita berangkat?" tanya Splash antusias. "Sebaiknya kita berangkat tengah malam, supaya aman. Lagi pula Orreo dan Orange masih mengisi energi 'kan?!" Cloud mengerling Orreo dan Orange yang berada di dalam tabung. "Ah, ngomong-ngomong persediaan energi sudah mau habis. Sebaiknya di perjalanan kita membeli energi," celetuk Splash. Cloud mengangguk. "Kalau begitu, sekarang beristirahatlah. Kita akan melakukan perjalanan jauh." Cloud berdiri kemudian berjalan ke ranjang di pojok ruangan. *** Pada pertengahan malam, Cloud dan teman-teman berangkat menuju Ath. Mereka melayang sejajar, menyibak udara, dan terkadang menembus awan-awan putih. Cuaca malam itu sangat dingin. Mungkin kalau tidak mengenakan jaket tebal, mereka sudah menyerah. Akhirnya setelah menempuh perjalanan puluhan kilometer, tampak sebuah kota kecil di depan mereka. "Kota apa di depan kita, Orange?" tanya Splash dari ruang kendali. Orange berpendar, bersamaan dengan angka dan titik koordinat yang bergerak cepat di layar dalam ruang kendali. Sesaat kemudian gambar berhenti dan menunjukkan satu lokasi. "Kota Mons." "Sebaiknya kita beristirahat di sana. Malam ini kita mencari toko energi kemudian besok pagi melanjutkan perjalanan," cetus Milk, yang dijawab dengan anggukan teman-temannya. Beberapa menit kemudian mereka memasuki wilayah Mons. Mereka mengurangi kecepatan seraya menukik ke bawah. Pandangan mereka menyelisik di antara gedung-gedung yang dilewati. "Di depan ada penginapan." Orange memberitahu. "Baik, kita menginap di sana," ujar Cloud. Cloud, Milk, Orreo dan Splash melayang rendah dengan kecepatan stabil sebelum akhirnya mendarat di depan sebuah penginapan sederhana. Mereka masuk ke dalam penginapan dan langsung ke meja resepsionis. "Kami pesan dua kamar." Resepsionis tersenyum ramah. "Atas nama, Monsieur?" Milk mengeluarkan kartu identitas bertuliskan "Rainy", yang merupakan identitas palsunya. Resepsionis itu mengambil kartu dan menginput data tersebut. "Silakan, Monsieur Rainy." Seorang pegawai hotel mengantarkan mereka menuju lift. Resepsionis itu melihat Cloud dan kawan-kawan sampai menghilang di belokan. "Sepertinya aku pernah melihat mereka ...," gumam resepsionis seraya menggali ingatannya. "Tunggu ..., jangan-jangan ...." Ia segera mengetik layar hologram. Gambar di layar pun berganti, menampilkan website Kepolisian Prancis. "Kepada seluruh masyarakat dunia, kejadian yang baru-baru ini terjadi di tempat daur ulang Kota Nice, Prancis dilakukan oleh beberapa orang yang disinyalir merupakan anggota kelompok teroris internasional. Sangat disayangkan para pelaku berhasil melarikan diri. Kepolisian Prancis telah berhasil mengidentifikasi mereka. Berikut ini adalah daftar para pelaku: Orange dan 5PL45H, Milk dan 0R30, serta Cloud Reufille. Diharapkan masyarajat tidak panik dan segera melaporkan apabila melihat para pelaku. Pemerintah Prancis telah bekerjasama dengan pemerintah negara Uni-Eropa untuk menangkap mereka. Bagi masyarakat yang dianggap berjasa memberitahu lokasi mereka, akan diberikan 100 bucks untuk setiap pelaku. Untuk pelaporan, bisa menghubungi nomor berikut ini ...." Sudut bibi Resepsionis itu terangkat, menunjukkan setengah seringai. "Lima ratus bucks. Aku bisa kaya." Ditekannya nomor yang tertera di layar hologram. Tak lama kemudian terdengar suara di ujung sambungan. "Saya Resepsionis Hotel Avernum ..., benar, saya melaporkan kalau buronan yang sedang dicari-cari, menginap di hotel saya bekerja .... Data saya? ..., baik, mohon diinput." *** Splash, Orange dan Orreo berjalan menyusuri jalanan di dekat hotel. Setelah meletakkan barang-barang di kamar, mereka pergi mencari toko energi. Sementara itu, Milk dan Cloud berada di kamar. Milk menemani Cloud yang kondisinya belum pulih akibat energi besar yang dikeluarkannya saat melawan Ice. Setelah cukup jauh melangkah, Splash melihat toko energi di dekatnya. Toko itu tidak seperti toko energi pada umumnya, toko itu tampak sepi. Toko energi merupakan toko yang paling dibutuhkan karena setiap kegiatan manusia pada saat itu membutuhkan bantuan android. "Aneh, kenapa sepi sekali? Ada apa ini?" gumam Splash seraya masuk ke dalam toko. "Selamat malam. Maaf sebelumnya, saat ini kami hanya menyediakan energi mesin-mesin berat," kata pelayan toko. Splash terkejut. "Mesin berat? Tapi saya butuh energi android." ***
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD