81

1626 Words

"Sepertinya seru, ayo kita juga," ajak Vikk, tanpa menunggu jawaban Niel, ia sudah berlari ke arah Khob. "Jangan tinggal aku!" seru Niel sambil berlari. Keriangan dan keceriaan mereka diam-diam sedang diamati oleh seseorang. Setelah cukup lama mengamati mereka, ia pun muncul dari balik pepohonan. Penampilan orang itu cukup jenaka. Rambutnya keriting besar, dan berwarna kuning. Wajahnya putih dengan hiasan melingkari mata, hidung merah dan bundar seperti tomat, serta bibir yang diberi perona merah. Pakaian serba hijau yang gombrong pun, menunjang kekonyolan penampilan orang tersebut. Niel dan kawan-kawan tertarik melihat penampilannya. Mereka berlari menghampiri sambil memberondongnya dengan pertanyaan. "Kamu siapa?", "Kenapa hidungmu?", "Kamu bukan Troll, kan?" Orang itu tersenyum. "A

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD