Sesosok Centaur berlari menuruni bebatuan di lereng gunung yang bersalju. Kecepatannya stabil, menunjukkan kekuatan fisiknya yang luar biasa. Seharusnya jalan menurun dan beban di atas punggung kudanya, menyebabkan gravitasi menyeretnya turun lebih cepat. Tapi ia dapat mengendalikan laju kecepatan dengan sempurna. Kalau sembarang Centaur, tentu tak mampu melakukannya. Tapi ini adalah Ayron, pemimpin para Centaur yang kerap membuat pencuri Air Mancur Kehidupan lari tunggang langgang. Beruntung, Madam Eruna menunggangi Centaur kelas wahid. Sehingga, hanya dalam waktu singkat ia pun telah sampai di kaki gunung. "Eruna, kita sudah sampai." Ayron berkata, seraya menekuk kakinya. "Terima kasih Ayron. Lantas aku harus ke mana?" tanya Madam Eruna, sembari mata tuanya menyapu sekeliling. "Ikut

