66

1689 Words

“Bumi? Sepertinya aku pernah mendengar planet itu, tapi aku lupa, Charge.” Merlion mengobrak-abrik isi ingatannya. Namun, tak kunjung ia temukan ingatan tentang Bumi itu. “Bumi merupakan planet paling cantik di tata suryanya. Satu-satunya planet berpenghuni di sana.” Sebagai penduduk Bumi, Charge tentunya bias. Padahal ia belum pernah melihat planet lainnya dari dekat. “Begitu? Aku penasaran secantik apa Bumi itu.” Tidak. Sejujurnya Merlion hanya basa-basi menimpali. “Tidak secantik Zenus. Kau jangan ke sana Merlion, Bumi membosankan.” Retch iseng menyela. Padahal ia hanya pernah melintas di atasnya, tetapi yakin sekali bahwa bumi membosankan. “Tapi tidak seburuk itu heh.” Charge protes tidak terima. Meskipun Bumi memang sedang mengalami krisis iklim dan krisis kemanusiaan yang parah k

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD