Episode 24.

1744 Words

Suara gesekan roda brankar pada lantai marmer lorong Rumah Sakit terdengar bagaikan sebuah lonceng kematian. Ethan terbaring di atas brankar, para suster memasukannya ke dalam UGD. Sekitar 10 menit. Seorang uisa keluar dari sana dengan wajah sendu.     William terdiam mendengar setiap kata yang diucapkan sang uisa. Uisa tersebut menepuk bahunya sebelum pergi dari hadapannya. William mengusap wajahnya kasar. Terlihat begitu frustasi. Ia mengerang kesal. Kedua matanya memerah seperti mau menangis. Pikirannya sangat kacau karena kejadian ini.     William memukul tembok yang berada di sisi tubuhnya. Ia menghela nafasnya kasar. Wajahnya mendongkak merasakan kedua matanya panas.     "Akhhh.."sesak William merasakan hatinya yang seakan robek. Kepalanya tertunduk bersamaan dengan kepalanya y

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD