Episode 25.

1742 Words

William berdiri tak jauh dari kursi taman Rumah Sakit dimana ada Elena di sana. Tatapan sendunya membuat hati William seakan teriris. William rasa ia lebih baik melihat Elena marah atau memakinya di bandingkan terdiam seperti ini.        Deru angin malam berhembus dengan begitu kencangnya. Terasa menusuk-nusuk kulit tubuhnya hingga menebus ke sum-sum tulangnya. William mendekati Elena.Ia melepaskan jas yang di pakainya dan memakaikannya pada tubuh Elena yang hanya berbungkus piyama Rumah Sakit. William memeluk Elena dari belakang, mencium pucuk kepalanya dengan sayang.        Elena hanya diam tak bergeming menanggapi apa yang William lakukan padanya. Bagaikan sebuah mayat hidup. Wajah sendu, pucat tidak b*******h. William hanya bisa menghela nafas. Ia merasa terluka melihat kondisi Ele

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD