Tiga Puluh

1213 Words
Ketika kamu membucin, dunia bisa saja diam. Hanya bumi yang berputar. Jajaran tata surya yang lainnya yang bekerja. Sedang pelaku ‘bucin’ hanya begitu-begitu saja. Bangun tidur, membuka matanya, melebarkan senyumnya, menyesap bibir pasangannya yang menjadi candu, dan sudah. Akan berulang kali kejadian seperti itu berputar. Bucin memang tidak tahu tempat dan waktu. Dunia dan seisinya bak milik sendiri sedang yang lainnya cuma ngontrak. Akhlakless sekali, 'kan? Kampret dan tepuk tangan bagi para jomblo yang ngiler. Raja juga salah satu pelaku bucin yang bertaubat. Kenapa demikian? Aduh, jika di kupas tuntas tentang siapa Laraja Putra Anggoro yang sesungguhnya. Berjilid-jilid kitab suci milik Biksu Tong nggak bakalan habis. Bisa-bisa mereka makin ke arah barat untuk memburu kitab-kitab yang baru. Oke, skip. Karena itu tidak penting. Pada dasarnya, inti dari semuanya Laraja Putra Anggoro sudah berada di pawang yang tepat. Yakni Leora Yudhistira. Putri tunggal Sagitarius Yudantha dan Barella Yudantha. Yang sewaktu bayi sudah membangunkan sisi lain dari jiwa psikopat seorang Raja—ah lebih tepatnya p*****l. Lagi pula, bocah mana yang sudah berani meminta kepada papinya untuk menjadikan balita dengan liur menetes-netes ke dagunya untuk di jadikan istri? Ya, benar. Hanya Laraja Putra Anggoro yang bisa melakukan itu. Keturunan Anggoro memang tiada duanya soal menciptakan keanehan. Tidak lain dan tidak bukan, karena Radit Anggoro mengalirkan darah sepenuhnya kepada keturunannya. Dan Radit Anggoro mengabulkan keinginan sang sulung. Pikir Radit, menolak tidak akan merubah keadaan. Di khawatirkan Raja akan membabi buta. Memang, ya! Buah takkan jatuh dari pohonnya. Dulu, Radit mencintai istrinya—Senja Anggoro—yang usainya jauh di bawahnya. Dan seolah diingatkan oleh karma, putranya menuruni jejaknya dengan apik. Sebagai orang tua, yang bisa Radit lakukan hanyalah mendukungnya. Karena itu memang baik. Hanya saja. Waktu itu memang salah saja dari cara Radit mencintai Senja. Karena saking cintanya, Radit sampai tidak bisa menolak apa pun yang istrinya mau termasuk hal bodoh menonton sebuah video dan mempraktikkannya. Tahu lah film macam apa yang keduanya tonton sampai akhirnya khilaf bercocok tanam. Dan berhasil. Memang tokcer sekali. Sekali masuk gawang langsung kena tendang. “Aku nggak pernah ngasih izin ke kamu soal menyentuh dapur.” Leora tidak peduli dan asik dengan penggorengannya. Sosis dan keju yang sedang Leora buat jauh lebih menarik ketimbang melihat tatapan suaminya yang seolah-olah hendak menerkamnya. Ibu hamil itu terkadang menjadi sangat penurut namun tak lama kemudian menjadi sosok yang lain. Kalau-kalau Raja tidak sabar dengan hormon wanita hamil yang sedikit menyusahkan hanya sedikit maka u*****n yang akan Raja katakan adalah; istrinya sedang kesurupan arwah setan Belanda. Aduh, bengek! “Aku bisa masak sendiri. Sayang … please.” Mohon Raja dengan sangat. Suaranya sudah sememelas mungkin dan Leora berdecak kesal. Otak Raja tawuran karena tahu ada banyak kata-kata yang tidak bisa dirinya ucapkan. Maklum, hidup dalam dunia novel memang tidak sebebas yang Raja mau. Semuanya sudah di atur dan sebagai tokoh yang diciptakan, Raja hanya bisa menuruti Sang Ilahi. Ya, pasrah sajalah ini namanya! “Siapa bilang ini buat kamu?” Masih pagi, 'kan, ya? Tapi kok hawanya panas? Raja longgarkan dasinya yang sudah rapi. Bahkan Leora benar-benar tidak peduli akan pakaian Raja pagi ini. Biasanya, istrinya itu akan menyiapkan serta merapikan segala sesuatunya untuk Raja. Namun pagi ini, Raja terbangun seperti perjaka tanggung yang kepalang ngebet kawin. Bangun seorang diri tanpa ada Leora dalam rengkuhannya biasanya Leora akan Raja kekepi layaknya ikan asin dari malam hingga pagi. Jika tidak ingat kata-kata dari Kang Bahar yang: wanita itu diciptakan dari ‘tulang rusuk pria’ bukan dari kepalanya untuk jadi atasannya, bukan pula dari kaki untuk dijadikan alasnya. Melainkan dari sisinya untuk jadi ‘teman hidupnya’ dekat dengan lengan untuk dilindungi dan dekat dengan hati untuk dicintai. Ingin Raja omeli Leora habis-habisan. Tapi semuanya terhenti karena perut yang menonjol dan wajah yang semringah cantiknya. Raja sadar, ada sesuatu yang harus dirinya jaga agar istri dan jabang bayinya baik-baik saja. Dan Raja juga tahu, bahwa semuanya tidak bisa seberhasil ini jika bukan dirinya yang berjuang dengan sangat keras untuk sembuh. “Aku masak sendiri kalau gitu.” Kaki panjang raja berjalan menuju laci dekat meja makan. Mengambil dua bungkus mie instan yang langsung Leora rebut dengan ganas. “Dan siapa yang nyuruh papi buat bikin mie di pagi-pagi kayak gini?” Rusak sudah hari Raja dengan panggilan papi yang beraksen manja dari bibir Leora. Raja lemah wahai semuanya kalau pemirsa ingin tahu. Lemah yang artinya lunglai. *** ‘Karena orang yang jatuh cinta diam-diam, cintanya juga bisa berbalas. Balasan berupa penerimaan diam-diam, penolakan diam-diam, atau bahkan mungkin diabaikan secara diam-diam.’ Langit merenung. Membaca tulisan di atas cukup memberinya tamparan. Untuk hatinya yang tercubit dengan kondisi keadaannya saat ini. Karena jika di benarkan, memang itu benar adanya. Hendak di salahkan, rasanya memang sungguh benar adanya. Secara diam-diam Langit mencintai Ratu—kakak kandungnya sendiri. Yang sejak dulu sudah Langit kagumi. Yang sejak dulu hanya bisa Langit pandangi. Yang sejak dulu hanya bisa Langit jadikan angan dalam khayalannya. Lalu mendadak semuanya berbalik. Dengan balasan yang tidak sekadar diam-diam. Balasan dari Ratu yang cukup mengejutkan jantungnya; Ratu mencintainya. Lalu semuanya terasa sangat benar. Semuanya sudah berada dalam porsinya yang tepat jika bukan karena Raja yang memergoki keduanya. Langit merasa lesu dan lemah. Tanpa bisa melawan. Tanpa bisa menyuarakan semua perasaannya. Raja memisahkan keduanya secara paksa. Katanya: ini konyol. Memang! Tapi siapa yang tahu perkara cinta akan berlabuh dan jatuh kepada siapa. Apa salah jika Langit menjatuhkan hatinya pada Ratu? Apa itu murni keinginannya? Apa itu kehendak Ratu juga? Tidak! Tuhan yang menetukan. Tuhan sudah merencanakan semua ini. Tuhan sudah mengatur agar jalan takdir keduanya seperti ini. Raja tidak ada hak untuk membuat keputusan perpisahan yang artinya menentang takdir Tuhan. “Miss me?” Embusan napas Langit memberat. Belum-belum halusinasi akan suara Ratu yang lembut menderu di rungunya. “Yakin?” Sekarang pun dengan jelas benturan hak tinggi milik Ratu menyatu dengan lantai marmer kantornya. Sial! Pikiran Langit makin menjadi. Bisa-bisanya sesiang ini membayangkan Ratu yang panas berlenggak-lenggok di hadapannya. Tidak mungkin. “Aku nyata.” Tidak tahu sejak kapan. Kecupan demi kecupan yang mencumbu seluruh wajahnya menenggelamkan kewarasan Langit. Kedua matanya terpejam—masih mengira jika ini sekadar mimpinya. “Serius nggak kangen aku?” Demi apa pun yang ada di dunia ini. Langit ketakutan membuka mata. Takut jika ini hanya mimpinya. Takut jika membuka kedua matanya nanti, Ratu akan menghilang. Takut jika semuanya harus Langit rengkuh sendiri sedang hatinya selalu bergema tidak. “Astaga! Kalau kamu sebegitu kangennya sama aku, cium aku!” Kali ini. Langit tidak tinggal diam. Kelopak matanya terbuka sempurna. Membulat lucu yang di balas kekehan oleh Ratu. Ancaman yang Ratu berikan masih sangat berfungsi untuk mengintimidasi Langit. Dan tubuh sintal Ratu sudah duduk di atas pangkuan Langit dengan anggunnya. “Kejutan!” Langit mirip dengan kerbau di cucuk yang diam dan hanya menunjukkan ekspresi kakunya. “Karena kita jauh dari Raja, aku rasa ini aman untuk beberapa permainan. Tahu nggak? Malang kalau siang hari lumayan panas. Jadi aku mau di sini saja.” Bisa tolong terjemahkan apa maksud dari ucapan Ratu? Karena Langit benar-benar gagu. Bertahanlah dirimu dengan orang yang menghargai adanya kamu. Dia yang perhatian dan memprioritaskan dirimu. Dia yang selalu berusaha untuk selalu ada buatmu. Jangan bertahan dengan orang yang sudah sering hilang dan harus di kejar terus. Bukan dengan orang yang harus selalu dicari-cari. Bukan dengan orang yang tak pasti.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD