Pada akhirnya Ocha memang harus menelan kekecewaan, hingga hari terakhirnya di rumah sakit, Papanya sama sekali tidak mengunjunginya, jangankan mengunjungi, menelepon atau bahkan mengirimi pesan yang tidak membutuhkan waktu lama pun tidak. Ocha benar-benar sedih akan hal itu, namun, Ocha juga tidak mau membuat Mamanya ikut sedih karena dirinya menunjukkan raut yang tidak menyenangkan. Apalagi, wanita itu sudah berubah saat ini, Mamanya sudah menjadi pribadi yang benar-benar peduli padanya. Ocha selalu merasa terharu tiap kali dengan lembut tangan wanita yang telah melahirkannya itu mengelus puncak kepalanya. "Sayang, kamu tunggu di sini dulu ya? Sekalian udah di rumah sakit, Mama mau konsultasi sama dokter, belakangan ini Mama suka khawatir dengan berat badan Mama. Masa naik terus? Tuh,

