Semalaman Rei mencari Aira karena ia tidak ada dirumah. Rei sangat marah saat melihat Aira tengah menangis di hadapan Jensen. Dengan napas yang memburu Rei langsung menarik bahu Jensen dan meninju pipi Jensen dengan sangat keras, "apa yang sudah kau lakukan pada Aira!" teriak Rei. Jensen yang tidak menduga mendapat serangan sangat terkejut dan tidak sempat menghindari pukulan tangan Rei, sehingga Jensen meringis kesakitan memegang pipinya. Sementara Aira di amankan Rei dengan menarik tangannya dan memeluk Aira erat. "Kau benar-benar tidak punya malu!" bentak Rei. Jensen hanya diam, percuma ia menjelaskan pada Rei karena di mata Rei ataupun Aira, ia sudah salah. "Berani kau dekati Aira dan menyakitinya lagi, aku tidak segan segan menghabisimu!" Jensen kembali bungkam. "Rei..sudah..kita

