Bunga kematian

973 Words

Sesampainya di rumah sakit, Rei langsung mendapat perawatan oleh Dr. Kenzi. Aira menunggu di luar bersama Keila, tak ada kata yang terucap dari bibirnya, tidak ada perbincangan baik Aira maupun Keila. Dari arah lorong rumah sakit, Keila melihat dua wanita yang ia kenal tengah berjalan mendekatinya. "Mama..May?" Keila langsung berdiri dan menyambut mereka berdua. "Keila! Mama cariin kau kemana-mana, eh kau malah ada di sini?" ucap Clara, melirik sesaat ke arah Aira. "Iya Ma, Rei temannya Aira sedang sakit," jawab Keila. "Hei! apa perdulimu! sahut Clara. " Mama sudah bilang, jangan dekat-dekat dengan gadis pembawa sial itu! kau lihat sendiri bukan? sekarang Rei akan menyusul kematian orangtuanya!" Aira yang sedari tadi diam, akhirnya angkat bicara, "Tante! jaga bicaramu!" bentak Aira.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD