Mengenang Layla

2438 Words

Dari sore hari Rico tidak berhenti batuk-batuk, suasana malam yang dingin di tambah hujan yang sangat deras membuat susana menjadi sepi di jalanan. "Ayah, minumlah teh hangat ini," ucap Aira memberikan gelas teh pada Rico. Rico mengambil gelas di tangan Aira, menatap sesaat wajah Aira, "terima kasih sayang." Rico meminum teh hangat sampai habis, batuknya sedikit reda. Rico mengusap dadanya yang merasakan hangat. Aira tersenyum penuh rasa khawatir menatap wajah Rico. "Sudah lebih baik?" tanya Aira menerima gelas dari tangan Rico lalu ia letakkan di atas meja. "Sekarang ayah tidur, aku akan menjaga ayah di sini." Aira menarik selimut. "Iya, sepertinya ayah kedinginan," ucap Rico mulai membaringkan tubuhnya, lalu Aira selimuti tubuh Rico. "Sekarang ayah tidur," Aira duduk di samping Rico

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD