Sesampainya di rumah sakit, Rico langsung di tangani Dokter, sementara Aira menunggu di luar ruangan dengan perasaan cemas, tak memiliki seorang Ibu di sampingnya sudah membuat Aira merasa sendirian. Dan dengan penuh pengharapan ia tidak ingin kehilangan Rico, sosok seorang ayah sekaligus Ibu untuk Aira. Meski Rico bukan ayah kandungnya namun bagi Aira, Rico adalah segala-galanya. Tak jauh dari tempat Aira berdiri, Kei dan Keila duduk di kursi memperhatikan Aira yang berjalan mondar-mandir. Ada keinginan Kei sebagai Ayah untuk memeluk Aira dan menenangkannya saat seperti ini. Namun Kei tidak memiliki keberanian untuk itu. Ia memilih diam menatap sedih Aira. "Kau begitu dekat tapi sulit ku sentuh, Nak," gumam Kei. Keila yang duduk di samping Kei jelas mendengar keluhan ayahnya. Lalu Keila

