Sepeninggal Clara dan Kei, Bertha beranjak dari tempat ia duduk untuk menemui Jensen yang ada di ruang kerjanya. "Jensen," sapa Bertha. Jensen mengalihkan pandangannya dari layar monitor menatap Bertha. "Ya?" "Apa kau sibuk?" Bertha duduk di kursi sebelah Jensen. "Tidak, ada apa?" Jensen menggeser posisi duduknya berhadapan dengan Bertha. "Bagaimana menurutmu, gadis itu?" tanya Bertha. Jensen menarik napas dalam, lalu menundukkan kepala sesaat, "aku tidak tahu, Ma," jawab Jensen. "Tapi, apapun pilihan Mama, aku setuju." Jensen tersenyum tipis. Bertha mengusap pipi Jensen sesaat, "kau memang anak Mama, tidak seperti Rei selalu saja membantah." "Memangnya Rei kenapa?" Jensen mengerutkan dahi. "Rei, selalu banyak bertanya kalau Mama suruh dia untuk menghancurkan keluarga Rico dan put

