"Ada apa, kenapa kau melihatku seperti itu?" lamunan Hazal buyar seketika. Ia melangkahkan kaki ke dalam kamarnya dan menemukan suasana yang agak berbeda, di mana ia tak sendirian lagi seperti biasanya. Dan untuk pertama kalinya pula pria itu merasa senang melihat wajah ratunya setelah sekian lama ia memendam kebencian dalam waktu lama. "Kau sudah memindahkan barang-barangu kemari, aku tidak melihat ada perubahan di sini?" "Sebenarnya kenapa tiba-tiba kau memintaku tinggal di kamar yang sama denganmu?" Hazal memaling menatap jendela menyembunyikan wajahnya yang sedikit sumringah, "Bukankah aku sudah bilang kalau akan lebih baik bagimu tidur di sini? Kau tidak perlu naik turun tangga, akses kemana pun di bagian istana ini akan mudah" ia termenung kembali dengan air muka tegang, "lagipul

