Bab 32

1199 Words

Hazal beranjak menuju kursi di sudut ruangan, menyenderkan punggung di sana dengan tenang "Kau ini terlalu keras kepala. Apa tidak ada yang kau takutkan?" Cambria melirik, "Kau sama sekali tidak mengenalku selama bertahun-tahun ... benar 'kan?" "Bagaimana kalau aku membunuh perdana menteri karena tidak ada kata sepakat antara kita?" "Kalau kau melakukannya, aku tidak akan pernah memaafkanmu selamanya" Lelaki itu menggaruk keningnya lalu menengok keluar jendela sambil berpikir lebih keras, Cambria menatap mata abu-abu cerahnya sambil termenung, kemudian berbicara dengan nada berat, "Ayahku mengatakan padaku, kalau kau tidak akan pernah berubah, dan menunggumu hanya menjebakku dalam penantian untuk hal yang sia-sia. Bukankah kau tau itu benar? Masa lalu kita terlalu rumit dan kau menya

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD