Satu tamparan keras segera sampai di pipi Cambria, ia diam saja sedangkan Lady Arabela terperangah, sedikit histeris melihat bagaimana Lady Inha begitu murka padanya. Wanita tua bermata coklat dengan wajah kotak itu nyalang menatapnya penuh kebencian. "Apa kau tau tidak sekalipun anggota keluarga kerajaan pernah berpikir untuk bercerai dalam pernikahan mereka, seburuk apa pun situasinya. Kita menjadi contoh dalam masyarakat, tapi bagaimana mungkin kau sudah m*****i aturan suci itu" bentaknya dengan nada tinggi di hadapan para pelayan yang terperangah, namun hanya bisa menunduk sambil pura-pura tidak melihat. "Aku rasa gambar-gambar yang beredar itu adalah kesalahan, mana mungkin Cambria mau berpisah dari kaisar. Aku mohon kau untuk menahan diri" wanita tua berbadan kecil itu tak menangga

