"Antara ingatan dan kenyataan, Antara takdir dan mimpi" Cahaya pagi menyusup pelan melalui tirai tipis Istana Ratu. Burung-burung bernyanyi lirih di taman timur, sementara embun masih menggantung di kelopak mawar putih. Issabelle berdiri di depan meja riasnya. Rambut ikalnya dikepang longgar oleh Canna, sementara ia sendiri memeriksa pergelangan tangannya yang masih dibalut pita tipis berwarna gading—bekas sayatan untuk memeriksa darahnya oleh Master Eldric semalam. “Aku akan berjalan sebentar di taman,” ucapnya pelan. “Yang Mulia yakin?” Canna ragu. “Anda baru dua hari benar-benar bisa berdiri lama.” “Aku baik-baik saja.” “Aku merasa sudah sangat sehat saat ini, bahkan aku sudah bisa berlari sepertinya.” Issabelle tersenyum kecil, dia benar - benar merasa sudah sangat sehat saa

