15. Kedatangan

1304 Words

Langit pagi menyapu istana dengan warna abu pucat. Tidak ada matahari yang benar-benar hangat hari itu—seakan kerajaan sendiri menahan napas. Issabelle terjaga lebih lama dari biasanya. Tubuhnya masih lemah. Setiap tarikan napas terasa seperti menggerakkan sesuatu yang rapuh di dalam dadanya, tapi pikirannya jauh lebih gelisah daripada tubuhnya. Ia duduk bersandar pada kepala ranjang, dengan selimut dilipat rapi hingga pinggang. Canna berdiri di dekat jendela, menyiapkan teh hangat dengan daun chamomile yang telah dikeringkan oleh tabib istana. “hmm mengapa hari ini terasa begitu sunyi ? tidak seperti biasanya,” gumam Issabelle pelan. Canna menoleh. “Ada apa, Yang Mulia?” “Suasana sunyi ini terasa membosankan.” Canna tersenyum kecil, mencoba mengusir kecemasan itu. “Mungkin kar

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD