Ruang bawah tanah kembali menjadi tempat berkumpul. Alistair memanggil Tuan Darel, Ravent dan juga komandan pasukan bayangan. Dia juga mengundang Ayah dan Ibunya berikut Raja, Ratu dan juga Putra Mahkota Vernant. Alistair berdiri di tengah ruangan itu, kedua tangannya terkepal di belakang punggung. Tidak ada mahkota. Tidak ada jubah kerajaan. Hanya seorang pria yang dipaksa berdiri sebagai suami—bukan raja. Raja Jeffrey duduk berhadapan dengannya. Alicia berdiri di samping meja batu. Alderian bersandar di dinding, diam, mengamati. “Kami tidak datang untuk menghakimimu, Alistair,” ucap Jeffrey pelan. “Kami datang karena waktu kalian habis.” Alistair mengangkat kepala. “Apa maksud Anda?” Alicia melangkah maju, menaruh sebuah kristal memori di atas meja. Di dalamnya—berkilau bayan

