Sejenak Melampiaskan Rasa

2834 Words

“Heh, nenek lampir!” bentak Dira yang maju selangkah ke depan, membatasi jarak antara Dea dan Mayang. “Lo itu iri kan, karena Dio ternyata milih Mayang? Bukannya malu, malah nyerang orang pake bawa-bawa kutukan! Lo lahir zaman apa, sih? Jadul banget konsep idup lo! Orang udah pada pergi ke planet Mars, udah pada bikin negara di luar angkasa, lo masih aja bahas kutukan. Nggak mutu banget!”   Dea sudah membuka mulut hendak membalas perkataan Dira ketik terdengar sebuah suara yang sedikit berat dan tegas menyela.   “Ada apa, Sayang?”   Semua menoleh dan melihat Dio sudah berdiri di samping Mayang. Ia tampak langsung merangkul bahu Mayang dengan sikap sangat mesra sekaligus terlihat melindungi.   “Eh, Dio, bilangin tuh sama tamu lo, sopan dikit sama tuan rumah yang punya acara,” ucap

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD