Cari Tau Tentang Dia

1012 Words
Arman mengirimkan poto Kezia dan data diri Kezia kepada orang kepercayaannya itu. "Cari tau secepatnya!" "Siap, Bos! Besok sore saya usahakan beres semua!" "Oke." Setelah itu, Arman duduk terdiam di atas ayunan itu sambil menghisap vape-nya. Arman pun menaruh hpnya di atas meja kecil yang ada disana, dan mengambil hp satunya lagi. Ia menyalakan hpnya itu dan menunggu beberapa saat. Tak lama, notifikasi di aplikasi hijaunya pun jebol karena ada banyak pesan masuk. Setelah merasa, tak ada lagi notifikasi yang masuk, barulah Arman mengambil hpnya dan membuka aplikasi hijau yabg bertipe bisnis itu. Ada sekitar 1.000 chat masuk yang ada di hp itu. "SlowRes, pesan dibaca dari bawah! Don't re-chat, gengs!" Tulis Arman di status WeAnya itu. Setelah menulis status itu, barulah ia membuka pesannya satu persatu dari bawah dan mulai membalasnya. Isi chat semua pesannya hampir sama yaitu menanyakan harga joki dan masih ada slot kosong atau tidak. Ya, Arman adalah seorang gamer dan juga utuber yang baru memulai karir di dunia gamenya sekitar satu setengah tahun lalu. Selain bermain game,.ia pun membuka jasa joki untuk game Bangbang yang tengah viral dan banyak di gandrungi semua orang itu, apalagi semenjak game itu jadi salah satu cabang game yang ada di e-sport. Makin ramailah yang memainkan game itu. Sebenernya, Arman sendiri sudah memiliki banyak bisnis lain, baik yang diturunkan sang Papa ataupun yang ia rintis sendiri. Namun semua, ia serahkan kepada orang-orang kepercayaannya. Dan hanya menyisakan game-nya saja yang mulai ia tekuni dan seriusi. Terutama, sejak pertemuannya dengan Kezia tiga tahun lalu yang mengatakan bahwa ia tak sudi memiliki seorang suami yang hobi main game. Karena itu, ia pun menekuni hobi itu hingga kini bisa menjadi ladang pundi-pundi rupiah untuknya. Setelah membalas semua chat itu, barulah ia masuk kedalam dunia gamenya. 'Welcome To Mobile Legend.' *** Kezia terbangun lebih dahulu sekitar pukul 07.00 WIB dan saat terbangun ia tak mendapati Arman ada di sampingnya itu. Ia pun mengucek matanya dan menggelung rambutnya yang panjang dengan asal. "Duh, Abang kemana ya?" tanya Kezia kepada dirinya sendiri. Kezia pun mengusap wajahnya kasar dan segera bangkit dari tidurnya dan melongok ke bawah tempat tidur, namun tak ada Arman disana. Kezia pun merasa frustasi karenanya dan memilih untuk cuci muka dahulu. Setelah cuci muka dan gosok gigi, wajahnya pun terasa lebih segar. Ia pun kembali memindai kamarnya dan tak menemukan Arman dimana pun. "Apa mungkin di balkon ya dia?" tanya Kezia lirih dan mulai melangkahkan kakinya kesana. Dan benar saja, saat tiba di balkon, ia melihat Arman yang nampak tertidur meringkuk di atas ayunan itu. Tak jauh dari sana, diatas meja kecil itu terdapat dua hp yang diyakini milik Arman. Kezia pun mengambil hp itu dan melihatnya sekilas. "Walah, keren amat ini hpnya. Apel kroak model terbaru sama Fold. Duh, andai aja bisa, pingin rasanya tukeran hp deh sama yang Fold," lirih Kezia pelan. Kezia pun memperhatikan wajah Arman di pagi hari itu. Ia pun membelai lembut anak rambut yang sedikit menutupi wajahnya itu. "Ternyata Abang lebih ganteng dari Drean, pantes aja Viska udah mulai ancang-ancang mau rebut juga. Duh, jangan sampe Abang direbut ama dia juga, gak rela aku. Aku yang udah nungguin dia malah orang lain yang dapet," gerutu Kezia dengan sedikit sebal. Melihat Arman yang tidurnya tak terganggu sama sekali, terlintas ide untuk menjaili suaminya itu. Kezia pun mendorong pelan ayunan itu dan ... Bugh! Tubuh Arman pun seketika terjatuh ke lantai dan terbangun. "Duh!" ucap Arman pelan sambil memegangi kepalanya. Kezia pun tertawa geli melihat Arman yang nampak kesakitan itu. Setelah beberapa saat, Arman pun baru sadar akan tingkah istrinya. Ia pun menarik tubuh Kezia saat itu sehingga Kezia sedikit oleng dan duduk di pangkuannya. "Mulai nakal yah istri aku," ucap Arman sedikit gemas sambil mencubit pipi cubby milik Kezia. Kezia pun mengaduh kesakitan karena pipinya yang di cubit itu. Namun, semakin Kezia mengaduh, semakin kencang pula cubitan dari Arman sehingga Kezia pun memilih untuk mendaratkan bibirnya ke bibir Arman. Kali ini, Arman pun kaget setengah mati dengan perlakuan Kezia pagi itu. Beruntung Kezia hanya melakukan itu sebentar lalu segera membuang wajahnya yang nampak malu dan merona merah. Arman pun makin gemas karena tingkahnya, ia pun lalu mengambil wajah sang istri dan mulai kembali mendaratkan bibirnya ke bibir Kezia. Kali ini, Arman pun mulai berani melumat bibir indah itu, dan tak ada penolakan sama sekali dari Kezia. Keduanya pun melakukan morning kiss pada pagi itu dengan latar matahari yang mulai merangkak naik ke atas. Setelah cukup puas, pagutan itu pun baru mulai terlepas. Wajah Kezia pun benar-benar memerah seperti kepiting rebus karena perlakuan Arman saat itu. "Jam berapa ini, Ci?" tanya Arman seraya menyuruh Kezia bangun dari duduknya. Kezia pun segera bangkit dari sana dan saat melihat kaki Arman yang nampak berdarah ia pun panik setengah mati. "Duh tembus, maaf, Bang! Aku mandi duluan," ucap Kezia seraya berlari menuju kamar mandi. Arman pun hanya menggeleng pelan melihat tingkah sang istri lalu ikut bangkit dan masuk ke dalam kamarnya. "Duh, baru juga jam 7," gerutu Arman sedikit sebal sambil meregangkan otot-ototnya yang sedikit lemas. Tak lama, Kezia pun keluar dari kamar mandi hanya menggunakan handuk saja dan segera menuju lemarinya dan kembali lagi kekamar mandi. Baru setelah itu ia pun keluar lagi. "Abang mandi! Udah siang ayo sarapan dulu!" gerutu Kezia kesal karena Arman hendak tidur kembali. "Masih ngantuk, Ci," gerutu Arman sambil mengucek matanya. Saat Arman hendak merebahkan tubuhnya kembali, tak lama ada yang menggedor pintu. kamar Kezia. "Kakak disuru turun buruan, sarapan!" teriak seseorang dari sana yang tak lain adalah Adnan. Mendengar seruan Adnan mau tak mau, Arman pun segera bangkit dan cuci muka lalu mengikuti langkah Kezia untuk turun ke lantai bawah. Di ruang makan, sudah ada kedua orangtua Kezia dan juga Adnan. "Duh penganten baru, bangunnya ampe kesiangan gini," ledek Pak Joey kepada mereka berdua. "Abis berapa ronde, Kak?" tanya Ayes menimpali ledekan Pak Joey. Kezia dan Arman pun hanya terkekeh saja mendengar ledekan kedua orang itu sambil menggeleng pelan. "Puasa dulu, Pah, Mah," ucap Arman dan kini kedua orangtua Kezia pun yang terkekeh geli. Kekehan Pak Joey pun terhenti karena Adnan yang membanting hpnya. 'Defeat.' "Arghh bangke ...!"
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD