Hujan rintik-rintik mulai turun pada pukul satu dini hari. Untuk kesekian kalinya Sissy menghela napas. Meski acara tujuh bulanan berjalan lancar hingga akhir, namun itu tak cukup mampu membuatnya tidur nyenyak. Perkataan Brian sangat mengusik pikirannya. Sissy menyikap selimut lalu menurunkan kedua kakinya dari kasur. Pada akhirnya pergerakan wanita hamil itu berhasil mengusik tidur sang suami. "Mau kemana?" Elkan bertanya dengan suara serak. Memaksa matanya yang terasa berat untuk terbuka. "Ambil minum, Kak. Yang ini udah abis," jawab Sissy sambil menunjuk gelasnya yang sudah kosong. Elkan bergumam seraya bangun dari posisi tidurnya. "Kamu tunggu di sini, biar aku yang ambil ke dapur." Sissy mengulas senyum. Membiarkan Elkan pergi sambil membawa gelas kosong tersebut. Ia kembali men

